KALTIMPOST.ID-Aktivitas Pelabuhan Melak, Kutai Barat (Kubar), terpantau nyaris lumpuh akibat berhentinya operasional kapal angkutan penumpang dan barang rute Samarinda–Melak.
Hingga Senin (2/2), sudah 10 hari kapal angkutan tidak beroperasi sejak terakhir berlayar pada 22 Januari 2026.
Dampaknya tidak hanya dirasakan penumpang dan distribusi logistik, tetapi juga para pekerja pelabuhan yang kehilangan mata pencaharian sementara.
Kepala UPT Pelabuhan Melak Kubar Yunus Parwito mengatakan, hingga kini belum ada kepastian resmi kapan kapal angkutan penumpang dan barang kembali beroperasi di Pelabuhan Melak.
Seluruh kapal rute Melak–Samarinda masih sandar di Samarinda sambil menunggu kejelasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“Hingga hari ini belum ada kapal barang maupun penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Melak. Kami masih menunggu kepastian,” ujarnya.
Menurutnya, penghentian operasional kapal dipicu terhentinya pasokan BBM bersubsidi. Para pengusaha kapal saat ini menunggu terbitnya rekomendasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai dasar pembelian BBM subsidi untuk operasional kapal.
Sementara itu, untuk keperluan transportasi penumpang, saat ini hanya dilayani oleh moda speedboat.
Namun, keterbatasan daya angkut dan biaya operasional yang lebih tinggi membuat layanan tersebut tidak sepenuhnya mampu menggantikan peran kapal angkutan reguler.
Berhentinya kapal angkutan juga berdampak langsung terhadap distribusi barang. Sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan harga akibat terganggunya pasokan dari Samarinda.
Kondisi itu turut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama jika penghentian operasional berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, pekerja pelabuhan menjadi kelompok yang paling terdampak. Tidak adanya aktivitas bongkar muat membuat mereka terpaksa berhenti bekerja sementara waktu.
“Pekerja pelabuhan terpaksa menganggur dulu karena tidak ada kegiatan bongkar muat,” kata Yunus.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan persoalan administrasi BBM subsidi agar operasional kapal dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Melak kembali berjalan. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.