Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Kubar di Pesisir Mahakam Minta Dilibatkan dalam Operasional Penarikan Tongkang

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:05 WIB
Warga Kubar setelah rapat.
Warga Kubar setelah rapat.

KALTIMPOST.ID-Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Mahakam meminta perusahaan angkutan sungai yang beroperasi di alur Mahakam, khususnya jasa pandu dan penarikan tongkang atau ponton, untuk melibatkan warga lokal dalam kegiatan operasional.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Lamin Tunjung, Kecamatan Tering Seberang (TBS), Kamis (5/2).

Warga menilai, keterlibatan masyarakat menjadi penting sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak aktivitas pelayaran sungai.

Perwakilan masyarakat pesisir Mahakam, Silwanus, menegaskan bahwa aktivitas penarikan tongkang bermuatan sawit dan batu bara telah memberikan dampak langsung terhadap alur Sungai Mahakam yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga.

“Sungai Mahakam ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat pesisir. Banyak warga menggantungkan hidupnya dari sungai, baik sebagai nelayan maupun pencari hasil sungai lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar nelayan menggunakan alat tangkap tradisional seperti bubu dan pukat.

Aktivitas lalu lintas tongkang yang padat dinilai mengganggu jalur tangkap ikan, sehingga berdampak pada menurunnya hasil dan pendapatan nelayan.

Karena itu, masyarakat berharap perusahaan angkutan sungai dapat memberikan kontribusi nyata melalui pelibatan warga dalam jasa pandu dan assist tug. Sehingga tercipta hubungan saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Senada, Camat Muara Pahu Mauliddin Said menegaskan masyarakat tidak menginginkan konflik dengan pihak perusahaan.

Sebaliknya, pemerintah kecamatan mendorong terciptanya kebersamaan agar manfaat ekonomi dari aktivitas perusahaan juga dapat dirasakan warga lokal.

“Kami tidak ingin konflik. Yang kami dorong adalah kebersamaan, agar masyarakat yang terdampak bisa ikut menikmati manfaat keberadaan perusahaan. Salah satunya dengan melibatkan warga dalam aktivitas operasional,” ujarnya.

Mauliddin menambahkan, masyarakat Muara Pahu pada prinsipnya terbuka terhadap aktivitas usaha, sepanjang ada komitmen perusahaan untuk mengakomodasi kepentingan warga, khususnya nelayan yang terdampak langsung oleh lalu lintas tongkang di Sungai Mahakam.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat Yurang, Ketua DPP TGM Kubar Alsiyus, Pasi Intel Kodim 0912/Kubar Lettu Nedi, perwakilan perusahaan angkutan sungai, serta perwakilan Polres Kubar. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #pesisir Kaltim #Kutai Barat #nelayan balikpapan