KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong serta mengembangkan layanan bank sampah unit (BSU) sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin dalam rangka mendukung instruksi Presiden RI melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
“Saya mengajak kita semua berkomitmen melakukan gerakan nyata. Aksi bersih-bersih bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujar Frederick Edwin, Rabu (11/2).
Menurutnya, pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan TNI, Polri, swasta, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, saluran air, serta kawasan pesisir sungai yang rawan tercemar sampah.
“Budaya gotong royong harus kita pupuk kembali. Mari bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Selain itu, masyarakat dinilai perlu meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R atau 5R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, serta Replace dan Replant.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah melalui pemilahan sejak dari rumah tangga.
Sebagai langkah konkret, bupati mengimbau seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan kampung, lembaga adat, komunitas, hingga LSM untuk membuka dan mengembangkan layanan BSU.
Bank sampah dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengurangan sampah, tetapi juga memiliki nilai produktif dan ekonomi.
Melalui pengelolaan yang terorganisir, sampah dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
“Ke depan, pengelolaan sampah melalui bank sampah diharapkan memberi dampak ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Pemkab Kubar berharap gerakan ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di Tanah Bumi Purai Ngeriman. (rd)
Editor : Romdani.