SENDAWAR – Upaya mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Barat terus dilakukan. Salah satunya melalui kehadiran Teras UMKM ITHO, sebuah sentra kuliner yang berada di kawasan seberang jalur dua Alun-alun ITHO Sendawar.
Area ini dirancang sebagai pusat jajanan yang menampung berbagai pelaku UMKM lokal dengan konsep menyerupai food court yang menyediakan beragam pilihan menu dengan harga terjangkau. Ke depan, lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu contoh pengembangan UMKM di daerah yang berjuluk Bumi Tana Pirai Ngeriman.
Ketua Dewan Teras UMKM ITHO, Alsiyus, mengatakan keberadaan pusat kuliner tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya.
“Pusat jajanan ini kami siapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM di Kutai Barat agar bisa mengembangkan usahanya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Para pelaku usaha diberikan tempat untuk membuka stan dan menjajakan berbagai produk kuliner kepada pengunjung.
Untuk tahap awal, kawasan Teras UMKM ITHO direncanakan beroperasi setiap akhir pekan. Ke depan, pengelola juga berencana menggelar berbagai kegiatan atau event guna menarik lebih banyak pengunjung ke lokasi tersebut.
Selain itu, pengelola juga membuka peluang kerja sama dengan investor yang berminat berpartisipasi dalam pengembangan kawasan kuliner tersebut.
“Kami berharap ada dukungan dari investor yang ingin berinvestasi di pusat jajanan ini agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” katanya.
Di sisi lain, pihak pengelola juga berharap dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait. Bentuk dukungan tersebut antara lain berupa bantuan sarana bagi pelaku UMKM, seperti tenda maupun meja stan untuk berjualan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan Teras UMKM ITHO dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal di Kutai Barat.
Upaya mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Barat terus dilakukan. Salah satunya melalui kehadiran Teras UMKM ITHO, sebuah sentra kuliner yang berada di kawasan seberang jalur dua Alun-alun ITHO Sendawar.
Area ini dirancang sebagai pusat jajanan yang menampung berbagai pelaku UMKM lokal dengan konsep menyerupai food court yang menyediakan beragam pilihan menu dengan harga terjangkau. Ke depan, lokasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu contoh pengembangan UMKM di daerah yang berjuluk Bumi Tana Pirai Ngeriman.
Ketua Dewan Teras UMKM ITHO, Alsiyus, mengatakan keberadaan pusat kuliner tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya.
Baca Juga: Viral di Kutai Barat, Sengketa Warga Bentas vs PT ARI Berakhir Denda Adat 50 Antakng
“Pusat jajanan ini kami siapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM di Kutai Barat agar bisa mengembangkan usahanya,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Para pelaku usaha diberikan tempat untuk membuka stan dan menjajakan berbagai produk kuliner kepada pengunjung.
Untuk tahap awal, kawasan Teras UMKM ITHO direncanakan beroperasi setiap akhir pekan. Ke depan, pengelola juga berencana menggelar berbagai kegiatan atau event guna menarik lebih banyak pengunjung ke lokasi tersebut.
Selain itu, pengelola juga membuka peluang kerja sama dengan investor yang berminat berpartisipasi dalam pengembangan kawasan kuliner tersebut.
“Kami berharap ada dukungan dari investor yang ingin berinvestasi di pusat jajanan ini agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” katanya.
Di sisi lain, pihak pengelola juga berharap dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait. Bentuk dukungan tersebut antara lain berupa bantuan sarana bagi pelaku UMKM, seperti tenda maupun meja stan untuk berjualan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan Teras UMKM ITHO dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal di Kutai Barat.
Editor : Muhammad Ridhuan