KALTIMPOST.ID-Pembuangan sampah liar masih terjadi di kawasan jembatan jalur dua arah menuju Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar).
Warga menilai praktik tersebut dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan merusak kebersihan lingkungan di ruang publik.
Salah seorang warga, Edo, menyebut aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Tumpukan sampah terlihat menumpuk di sisi jalan dan area sekitar jembatan, padahal kawasan itu bukan tempat pembuangan resmi.
“Banyak sekali yang buang sampah di kawasan itu, padahal bukan tempat sampah,” ujarnya, Senin (2/3).
Menurut warga, keberadaan sampah tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Sampah yang menumpuk dapat menyumbat aliran air dan memicu genangan, sekaligus menjadi sarang penyakit.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar disebut telah melakukan pembersihan dan mengangkut sampah di lokasi tersebut.
Langkah cepat tersebut dinilai membantu mencegah dampak yang lebih luas, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar.
Namun demikian, warga berharap ada pengawasan lebih ketat serta upaya edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kesadaran kolektif dinilai penting untuk menjaga kebersihan kawasan publik.
Pembuangan sampah liar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak pada kerusakan ekosistem.
Sampah plastik, misalnya, dapat mencemari tanah dan sungai serta membahayakan kesehatan manusia dan hewan.
Dengan penanganan berkelanjutan dan partisipasi masyarakat, kawasan jembatan jalur dua Sumber Sari diharapkan dapat kembali bersih dan tertata sebagai bagian dari wajah lingkungan perkotaan Kubar. (rd)
Editor : Romdani.