KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mulai menangani kerusakan parah di kawasan Gunung Odang dan Gunung Pancuran, Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat.
Dua titik tersebut dikenal memiliki medan ekstrem dan kerap menimbulkan kecelakaan. Karena itu, penanganan difokuskan pada perbaikan geometri jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna.
Melalui kontraktor PT Bumi Karsa, BBPJN Kaltim kini mengerahkan alat berat untuk melakukan galian tebing serta penyiapan badan jalan dalam proyek Preservasi Jalan Ruas Sp Belusuh–Batas Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Serangan Udara Hantam Basis Militer Pro-Iran di Irak Selatan, Dilaporkan Hanya Rusak Fasilitas
PPK BBPJN Kaltim 1.3, Joko Sidik, mengatakan pengerjaan diprioritaskan pada titik-titik rawan.
“Pengerjaan difokuskan pada titik-titik dengan medan ekstrem untuk memperbaiki geometri jalan guna menjamin keamanan pengguna jalan serta memperlancar arus transportasi jasa dan barang,” ujarnya kepada Kaltimpost.id, Rabu (4/3/2026).
Di lapangan, kontraktor juga melakukan perbaikan alinyemen dan pengaspalan pada titik strategis.
Tak hanya itu, sebanyak 17 jembatan di sepanjang ruas tersebut turut mendapat pemeliharaan. Langkah ini dilakukan agar struktur jembatan tetap kokoh dan mampu menahan beban kendaraan yang melintas.
Baca Juga: Stasiun CIA di Arab Saudi Dihantam Drone Milik Iran
Ruas sepanjang 89,5 kilometer ini merupakan jalur vital logistik antarprovinsi. Karena itu, pemeliharaan rutin terus dilakukan, mulai dari pemotongan rumput, pembersihan saluran, grading operation, patching (penambalan lubang), hingga perbaikan menggunakan agregat batu di titik kerusakan.
“Pemeliharaan ini agar jalan tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat,” tambahnya.
Proyek tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) tersebut mencakup rekonstruksi aspal sepanjang 4,6 kilometer, rigid beton 5,5 kilometer, serta pemeliharaan 17 jembatan. (*)