KALTIMPOST.ID-Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik di ruas Jalan Bung Karno, Kutai Barat (Kubar).
Sampah rumah tangga tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan pemandangan kumuh dan bau tidak sedap di sekitar lokasi.
Salah satu titik penumpukan sampah berada tidak jauh dari simpang empat menuju Pasar Jaras.
Di lokasi tersebut, sampah dibuang begitu saja di tebing tanah di pinggir jalan. Akibatnya, sebagian sampah berserakan hingga ke badan jalan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Melky, warga Barong Tongkok, menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga dapat menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
“Seharusnya sebagai masyarakat kita sadar dan bertanggung jawab terhadap sampah sendiri dengan cara membuangnya di tempat yang telah disediakan,” ujarnya, Kamis (5/3).
Ia menambahkan, sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak ekosistem, mengancam satwa liar, serta menimbulkan pencemaran lingkungan.
Selain itu, tumpukan sampah juga mengurangi kenyamanan pengguna jalan karena menimbulkan bau tidak sedap.
Melky juga menyoroti masih minimnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang telah disediakan pemerintah daerah di beberapa titik.
“Kadang orang hanya ingin praktis dengan membuang sampah sembarangan, bahkan di tanah milik orang lain. Padahal pemerintah sudah menyiapkan TPS, seharusnya dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, menjaga kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap sehat, nyaman, dan tertata. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.