Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Warga Klaim Kejadian Keempat, Perusahaan Sawit di Kubar Bantah Ada Kebocoran Tanggul Limbah

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:04 WIB

Ilustrasi foto kolam penampungan limbah sawit.
Ilustrasi foto kolam penampungan limbah sawit.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Masyarakat Kampung Abit, Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB), Kutai Barat mengeluhkan dugaan jebolnya tanggul kolam penampungan limbah di salah satu pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut. Warga menyebut limbah diduga meluber hingga masuk ke aliran sungai.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 lalu. Ia menyebut kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali. “Peristiwa itu terjadi pada 22 Januari 2026 lalu. Ini sudah kejadian keempat kalinya. Kami juga tidak tahu harus mengadu ke mana,” ungkapnya, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, limbah dari pabrik tersebut diduga mengalir ke anak Sungai Abit, yakni Sungai Kerayau. Padahal, hingga saat ini masih banyak warga yang memanfaatkan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. “Masih banyak warga yang menggunakan air Sungai Kerayau untuk keperluan sehari-hari,” keluhnya.

Baca Juga: Nasib Puluhan Karyawan PT Keruing Lestari Jaya Belum Jelas, Perusahaan Tunda Penyelesaian

Warga mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak perusahaan. Saat itu, pihak perusahaan disebut meminta masyarakat mengajukan proposal untuk pembangunan sumur bor. Namun hingga kini, realisasi bantuan tersebut belum ada.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Barat menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Tim DLH akan segera turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegas Kepala DLH Kutai Barat, Robertus Leopold Bandarsyah. Di sisi lain, pihak perusahaan membantah adanya tanggul kolam limbah yang jebol.

“Tidak benar, Pak. Kolam limbah tidak ada yang bocor,” tegas perwakilan perusahaan saat dikonfirmasi. Ia mengakui memang ada kejadian pada sekitar 22 Januari 2026, namun menurutnya bukan disebabkan kebocoran limbah. Pihak perusahaan juga mempersilakan DLH Kutai Barat untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#kampung abit #limbah #Kutai Barat #perusahaan sawit