SENDAWAR – Setelah arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah berakhir, pengerjaan perbaikan infrastruktur jalan nasional di wilayah Kutai Kartanegara–Kutai Barat kembali digenjot.
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kalimantan Timur melalui PPK 1.7 mulai melanjutkan pekerjaan di ruas Muara Muntai hingga Simpang Blusuh yang sebelumnya sempat terhenti selama periode Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik Usai, Kontraktor Percepat Pengerjaan Jalan, Target Rigid Pavement sejak April
Pelaksana proyek, Wawan, mengatakan tim di lapangan langsung bergerak cepat usai masa libur berakhir untuk mengejar progres pekerjaan.
“Setelah mudik Lebaran ini, kita mulai tancap gas lagi untuk melanjutkan pekerjaan,” ujarnya, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan, total panjang penanganan ruas jalan tersebut mencapai 111,30 kilometer. Dari jumlah itu, penanganan efektif dilakukan melalui rekonstruksi rigid beton sepanjang 4,20 kilometer di awal ruas kawasan Muara Muntai.
Selain pekerjaan utama tersebut, pemeliharaan rutin juga terus dilakukan, terutama penanganan lubang di sejumlah titik guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Tidak hanya itu, pembenahan sistem drainase juga menjadi fokus pekerjaan. Pembuatan dan pembersihan saluran air dilakukan untuk mencegah genangan yang berpotensi meluap ke badan jalan saat hujan deras.
Baca Juga: Pemkab Kubar dan PT BISM Matangkan Rencana Pembangunan Jalan Ruas Marimun – Muara Batuq
“Drainase kita benahi agar air tidak naik ke jalan dan merusak konstruksi,” jelasnya.
Di sisi lain, pihak kontraktor juga mengingatkan pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang, untuk mematuhi aturan pembatasan muatan.
Hal ini sejalan dengan imbauan Bupati Kutai Barat terkait pembatasan operasional kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang kerap menjadi penyebab kerusakan jalan.
“Kami harap pengguna jalan mematuhi aturan agar usia jalan lebih panjang dan sesuai dengan kapasitasnya,” tutup Wawan.
Editor : Muhammad Ridhuan