KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Progres preservasi ruas jalan di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui kontraktor PT Bumi Karsa, dengan dukungan dari perusahaan sawit di sejumlah titik.
Fokus utama perbaikan meliputi pelebaran jalan di kawasan Gunung Odang, Gunung Lantuq, hingga Pancuran. Selain itu, kontraktor juga melakukan penyesuaian grade jalan, penutupan lubang, serta pembangunan drainase di titik-titik strategis guna menjaga ketahanan badan jalan dari gerusan air.
Perubahan kondisi jalan mulai dirasakan oleh masyarakat. Dani (32), salah seorang pengendara, mengaku kini perjalanan menjadi lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
Baca Juga: Drama 1-0 di Stadion GBT: Gol Francisco Rivera Jadi Penyelamat Persebaya Atas Persita
“Lumayan lebih baik dibanding sebelum ada perbaikan. Dulu kalau ke Bentian rasanya seperti dikocok karena lubang di mana-mana. Sekarang sudah jauh lebih baik karena sebagian besar sudah di-grade, walaupun saat cuaca panas debunya cukup tebal,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Meski begitu, masyarakat berharap tahap lanjutan berupa perkerasan jalan, baik aspal maupun rigid beton, dapat segera direalisasikan secara menyeluruh.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.9 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, memastikan intensitas pekerjaan akan meningkat dalam waktu dekat. Ia menyebut, setelah masa libur Lebaran, fokus pekerjaan akan beralih ke struktur permanen.
“Pasca-Lebaran, penyedia jasa PT Bumi Karsa akan mulai mengerjakan rigid beton dan agregat kelas A,” jelasnya.
Ia juga mengimbau pengguna jalan, khususnya di lintas Simpang Belusuh hingga batas Kalimantan Tengah, agar tetap berhati-hati. Hal ini mengingat aktivitas alat berat akan kembali meningkat seiring berjalannya pekerjaan.
Baca Juga: Sering Sesak Napas? Waspada Black Mold di Kamar Tidur dan Cara Mengatasinya
Di lapangan, terlihat adanya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Di kawasan Kampung Suakong, perusahaan sawit setempat turut membantu perbaikan jalan dengan menurunkan alat berat, seperti motor grader dan compactor, untuk mempercepat proses pemadatan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat fungsionalitas akses jalan, terutama di wilayah perbatasan, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lebih lancar.
Editor : Ery Supriyadi