SENDAWAR – Ruang percakapan WhatsApp di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan sekitarnya mendadak riuh. Sebuah pesan berantai tersebar cepat, mengabarkan bahwa mantan Bupati pertama Kabupaten Kutai Barat, Rama Alexander Asia, telah tutup usia.
Namun, kabar duka tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Hadiri HUT Bawaslu, Pj Sekda Kutai Barat Tekankan Sinergi Jaga Demokrasi
Berdasarkan penelusuran dan konfirmasi langsung dari pihak keluarga terdekat, tokoh perintis pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman tersebut saat ini masih berjuang melawan sakitnya.
Meski kabar meninggal dunia dibantah, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan Rama Alexander Asia memang sedang menurun. Saat ini, beliau tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda.
"Informasi yang beredar bahwa beliau meninggal dunia itu tidak benar. Beliau saat ini masih dalam perawatan medis di Samarinda dalam kondisi kritis. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar beliau diberikan kekuatan dan kesembuhan," ujar salah satu kerabat dekat mantan bupati..
Menanggapi simpang siurnya informasi di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) segera mengambil langkah cepat.
Baca Juga: Sigap, Pemkab Kubar Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Bentian Besar
Diskominfo merilis klarifikasi resmi untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus meluruskan berita yang tidak berdasar tersebut.
Pihak Diskominfo mengimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarkan pesan yang belum terverifikasi kebenarannya. Hal ini dilakukan demi menjaga ketenangan keluarga yang saat ini sedang fokus mendampingi proses pengobatan beliau di rumah sakit.
Rama Alexander Asia bukan sekadar mantan pejabat bagi warga Kutai Barat. Sebagai Bupati pertama sejak kabupaten ini dimekarkan, sosoknya dikenal sebagai peletak batu pertama pembangunan daerah. Tak heran, kabar mengenai kesehatannya langsung memicu gelombang empati dan doa di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat, berharap dapat segera melewati masa kritis dan kembali pulih seperti sedia kala.
Editor : Muhammad Ridhuan