SENDAWAR – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil Stasi Muara Asa, Kamis malam (9/4/2026). Ratusan umat memadati gereja untuk mengikuti perayaan Misa Paskah yang menjadi puncak iman dalam tradisi Katolik.
Di tengah perayaan tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, turut hadir dan berbaur bersama umat. Kehadiran kepala daerah ini menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama serta upaya menjaga kerukunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Baca Juga: Jelang Lomba Provinsi, PKK Balok Asa Gelar Monitoring dan Evaluasi
Dalam sambutannya, Frederick Edwin menegaskan bahwa Paskah merupakan simbol kemenangan besar, yakni kebangkitan Yesus Kristus yang menaklukkan dosa dan maut. Momentum ini, menurutnya, membawa harapan baru bagi umat manusia.
“Momen perayaan ini memberikan kita harapan akan hidup kekal yang penuh berkat,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat menjadikan Paskah sebagai sarana refleksi diri dan memperkuat nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari. Pengorbanan Kristus diharapkan menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya merawat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman suku dan golongan di Kutai Barat. Ia menilai harmoni sosial harus terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap damai dan rukun.
Frederick Edwin juga menyebut kebangkitan Kristus sebagai simbol harapan baru yang membawa sukacita dan kemenangan bagi setiap pribadi. Ia memastikan, kehadiran pemerintah dalam perayaan keagamaan menjadi bentuk komitmen dalam menjaga keberagaman.
Tak hanya itu, ia mengajak seluruh umat untuk meningkatkan kepedulian, baik terhadap sesama maupun lingkungan. Menurutnya, menjaga bumi sebagai rumah bersama merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui profesi masing-masing.
Di akhir sambutannya, ia berharap semangat Paskah tidak berhenti dalam perayaan di gereja saja, tetapi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Dengan kontribusi positif dari seluruh elemen, ia optimistis Kutai Barat dapat terus berkembang sebagai daerah yang harmonis dan penuh berkat.
Editor : Muhammad Ridhuan