Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menjaga Marwah Pendidikan, Disdikbud Kubar Gelar Pendampingan Visitasi Akreditasi 2026

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 10 April 2026 | 12:32 WIB
Kegiatan pendampingan sekolah sasaran visitasi akreditasi tahun 2026 di Disdikbud Kubar. (IST)

 

 
Kegiatan pendampingan sekolah sasaran visitasi akreditasi tahun 2026 di Disdikbud Kubar. (IST)    

 

​SENDAWAR – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Rapat Lantai II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubar pada Jumat pagi (10/4/2026). Melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdikbud secara resmi menggelar kegiatan Pendampingan Sekolah Sasaran Visitasi Akreditasi Tahun 2026.

​Langkah strategis ini diambil untuk memastikan satuan pendidikan di wilayah tersebut benar-benar siap menghadapi penilaian mutu dari para asesor. ​Acara ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Wahyuni, didampingi Kepala Seksi Kurikulum dan Pengawas Sekolah Dasar.

Kehadiran 16 kepala sekolah beserta operator sekolah sasaran menunjukkan antusiasme dan komitmen yang kuat dalam meningkatkan standar layanan pendidikan. Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi tinggi kepada Seksi Kurikulum atas inisiasi kegiatan ini.

Baca Juga: Kasus Viral Begal Guru di Teluk Pandan Kutim Dihentikan, Para Pihak Sepakat Berdamai  

Ia menegaskan bahwa akreditasi bukanlah sekadar rutinitas administratif atau formalitas di atas kertas, melainkan instrumen krusial dalam menjaga kehormatan atau marwah pendidikan.

​"Melalui proses akreditasi, kita dapat melihat sejauh mana Standar Nasional Pendidikan (SNP) telah terpenuhi. Ini adalah bahan refleksi penting untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan kita," tegas Sri Wahyuni di hadapan para peserta.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa esensi dari visitasi akreditasi adalah upaya pembinaan dan penguatan bagi satuan pendidikan. Fokus utamanya adalah mendorong sekolah agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.

​Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Disdikbud menitipkan tiga pesan kunci bagi para Kepala Sekolah dan pendidik. Pertama kejujuran dan objektivitas, hal tersebut dilakukan dengan menyajikan data serta informasi yang apa adanya kepada asesor.

​Kedua unjuk kinerja, berani menunjukkan praktik-praktik baik (best practices) yang telah dijalankan di sekolah masing-masing. Yang tak kalah penting adalah keterbukaan dengan bersikap terbuka terhadap masukan serta rekomendasi konstruktif demi kemajuan sekolah.

​​Menutup arahannya, Sri Wahyuni menekankan bahwa peningkatan mutu adalah tanggung jawab kolektif. Dengan akreditasi yang berkualitas, diharapkan akan lahir sekolah-sekolah unggul yang mampu menghasilkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan pendampingan ini diakhiri dengan sesi diskusi teknis yang interaktif antara narasumber dan peserta. (*)

Editor : Sukri Sikki
#sri wahyuni #disdikbud #pendampingan #pendidikan #Kutai Barat