Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Berpulangnya Sang Pionir, Ir Rama Alexander Asia, Sang Peraih Satyalancana Pembangunan, Begini Sejarah Singkat Perjalannya

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 11 April 2026 | 12:48 WIB
BERPULANG: Ir Rama Alexander Asia semasa hidupnya memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan khususnya di daerah Kutai Barat.  
BERPULANG: Ir Rama Alexander Asia semasa hidupnya memberikan banyak kontribusi bagi pembangunan khususnya di daerah Kutai Barat.  

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR-Kabar duka menyelimuti Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Ir Rama Aleksander Asia, sosok arsitek utama sekaligus bupati pertama Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kini telah menyelesaikan tugas pengabdiannya di dunia. Kepergiannya meninggalkan duka, namun kebanggaan luar biasa atas warisan pembangunan yang ditinggalkan.

​Rama bukan sekadar pemimpin pertama, dia adalah peletak batu pertama kemajuan Kutai Barat. Dedikasi luar biasanya dalam mengubah wajah pedalaman Kalimantan Timur dari daerah tertinggal menjadi kabupaten yang mandiri, membuahkan pengakuan tertinggi dari negara. 

Baca Juga: Hindari Lubang, Ambulans dan Avanza "Adu Kambing" di Bengalon, Lima Orang Terluka

Atas jasa-jasanya yang nyata dalam menggerakkan roda ekonomi dan infrastruktur, dia dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dari presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005.

Rama Alexander Asia juga dikenal sebagai tokoh pejuang kehutanan berkelanjutan. Almarhum tutup usia Jumat (10/4) pukul 09.00 Wita di RSUD AWS Samarinda. Meninggal pada usia 80 tahun, meninggalkan warisan panjang dalam pembangunan daerah pedalaman Kalimantan Timur.

Rama Alexander Asia lahir pada 17 September 1945. Pendidikannya dimulai di Banjarbaru, sebelum kemudian melanjutkan studi ilmu pertanian di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. 

Berbekal ilmu bidang pertanian, membuka pintu karier birokrasinya dimulai sejak 1964 sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pertanian. Pada 1989, dia naik jabatan menjadi Kepala Badan Investasi Kalimantan Timur hingga 1999, posisi yang membentuk visinya tentang pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: KPK Amankan 16 Orang dalam OTT di Tulungagung, Sang Bupati Langsung Dibawa ke Gedung Merah Putih

Puncak kariernya datang pada 12 Oktober 1999, saat diangkat sebagai Pj Bupati Kutai Barat, kabupaten baru yang terbentuk dari pemekaran.  Kala itu tugas pertamanya membangun pemerintahan dari nol, termasuk kantor publik, rumah sakit, dan infrastruktur darat. Saat itu akses jalan darat masih terbatas, sebagian besar wilayah Kutai Barat hanya bisa diakses via moda transportasi sungai. 

Setahun lebih menjadi Pj bupati, pada 2001, DPRD Kutai Barat memilihnya sebagai bupati definitif untuk periode 2001-2006, berpasangan dengan Wakil Bupati Ismail Thomas yang kemudian menjadi Bupati Kubar dua periode 2006-2011 dan 2011-2016.

Dia juga dikenal sebagai pelopor kehutanan komunitas dan Pembangunan Ekonomi, termasuk sebagai pendukung kehutanan komunitas. Sejak 2001, dia membatasi izin eksploitasi hutan komersial, membentuk kelompok kerja bersama pejabat dan pemimpin masyarakat adat untuk pengelolaan hutan lokal. 

Bahkan, dia berupaya mengizinkan izin kehutanan komunitas berlaku hingga 100 tahun, melanggar aturan nasional yang membatasi 25 tahun, untuk melindungi hak masyarakat adat Dayak.

Di sisi ekonomi, dia mendorong pengembangan kelapa sawit, termasuk pendirian pabrik pengolahan di Kutai Barat, yang membuka lapangan kerja bagi ribuan warga. Meski gagal merebut kursi bupati pada pemilihan 2006, 2011, dan 2015 (kalah dari Ismail Thomas dan Fransiskus Xaverius Yapan), Rama tak menyerah. Dia terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim dari Partai Hati Nurani Rakyat pasca-pemilu 2014, meski mundur pada 2015 untuk mencoba lagi sebagai bupati. 

Pada 2019, dia mendirikan 'Pusat Rama' sebagai basis politik, tapi memilih tidak maju di pilkada 2020. Visinya soal hutan komunitas masih relevan hari ini, di tengah krisis lingkungan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bupati pertama Kutai Barat #pionir #kubar