KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya mantan Bupati Kubar periode 2001–2006 Rama Alexander Asia.
Bupati Kubar Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani melayat langsung ke rumah duka di Perumahan Villa Tamara, Samarinda, Sabtu (11/4).
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman almarhum. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Frederick menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok penting dalam sejarah pembangunan Kubar.
Ia menilai, kontribusi almarhum tidak hanya tercermin dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari fondasi pembangunan daerah yang diletakkan pada masa awal pembentukan kabupaten tersebut.
“Atas nama pribadi, pemerintah, dan masyarakat Kubar, kami menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok yang berjasa besar dalam membangun fondasi awal Kubar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan almarhum menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Maka, jasa dan pengabdian yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan.
Selain menyampaikan belasungkawa, bupati juga memberikan dukungan moral kepada keluarga agar tetap tabah menghadapi duka.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk empati sekaligus penghormatan kepada tokoh yang telah berkontribusi bagi daerah.
Di rumah duka, tampak sejumlah tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta kerabat dari berbagai wilayah turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan besarnya penghargaan terhadap sosok almarhum di mata masyarakat.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/4).
Pemkab Kubar berencana turut menghadiri proses tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kepergian Rama Alexander Asia menjadi kehilangan bagi masyarakat Kubar. Di tengah dinamika pembangunan saat ini, warisan pemikiran dan kontribusinya dinilai tetap relevan sebagai pijakan dalam melanjutkan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan. (rd)
Editor : Romdani.