KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam pencegahan korupsi. Hal itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam Zoom Meeting Talkshow Pencegahan Korupsi bagi Pimpinan Daerah Tahun 2026, Kamis (16/4).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Koordinasi Sekretariat Daerah Kutai Barat itu diikuti kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Forum ini membahas penguatan pemahaman terhadap potensi celah korupsi serta penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Bupati Frederick Edwin menegaskan, upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari pimpinan dan diimplementasikan hingga seluruh perangkat daerah. “Pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan. Kita harus terus memperkuat sistem dan pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesra Nopandel serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Florensius Steven.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kerawanan korupsi sekaligus memperkuat langkah pencegahan di masing-masing instansi. Bupati Edwin menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan sebagai dasar membangun kepercayaan publik. Menurutnya, penguatan sistem pengawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran aparatur dalam menjalankan tugas secara akuntabel. (riz)
Editor : Muhammad Rizki