KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Persoalan jalan raya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kian pelik. Mulai dari kemacetan yang mulai menjalar hingga angka kecelakaan yang masih membayangi pengguna jalan.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar resmi mengambil langkah taktis dengan membentuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) periode 2026–2028.
Pembentukan forum strategis ini dikukuhkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang digelar di Ruang Diklat Sekretariat Daerah, Kamis (16/4). Tak main-main, forum ini menyatukan kekuatan dari unsur kepolisian, TNI, instansi hukum, hingga pelayan publik.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ali Sadikin, menyebut bahwa kehadiran forum ini adalah kebutuhan mendesak. Menurutnya, kompleksitas transportasi di Benua Purai Ngeriman sudah tidak bisa lagi ditangani secara parsial atau sendiri-sendiri.
"Kondisi di lapangan memerlukan perhatian serius dan penanganan bersama. Melalui forum ini, kita ingin koordinasi antar-instansi semakin kuat agar pengelolaan lalu lintas lebih terencana dan efektif,” tegas Ali Sadikin saat memberikan arahan.
Forum ini diproyeksikan menjadi "dapur" untuk merumuskan solusi atas berbagai isu krusial. Fokus utamanya jelas: menekan angka kecelakaan, memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, hingga pemenuhan standar rambu-rambu lalu lintas yang selama ini sering dikeluhkan.
Selain itu, Forum LLAJ juga bertugas menata manajemen transportasi publik agar lebih berkelanjutan serta memberikan rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah daerah.
Senada, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Rita Nursandy, menjamin bahwa forum ini tidak akan layu sebelum berkembang. Ia memastikan gerakan ini tidak berhenti di urusan administratif atau sekadar seremoni tanda tangan Surat Keputusan (SK).
Baca Juga: Warga Kaltim Dituntut Bersiap, Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Awal
“Setelah terbentuk, forum ini akan langsung menyusun rencana aksi konkret. Kita buka ruang seluas-luasnya bagi anggota untuk memberikan masukan agar segera diimplementasikan secara nyata di lapangan,” jelas Rita.
Ia juga menekankan pentingnya "jemput bola" dengan memperkuat kolaborasi hingga ke tingkat provinsi maupun kementerian. Dengan terbentuknya Forum LLAJ, masyarakat Kubar diharapkan segera merasakan perubahan nyata di jalanan: sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan nyaman untuk mobilitas harian. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo