SENDAWAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kutai Barat menggelar kegiatan Latihan Gabungan Simulasi Seleksi Paskibraka 2026 pada Sabtu (18/04). Kegiatan yang dipusatkan di Alun alun ITHO, ini menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk menapaki jalan menuju formasi pasukan pengibar bendera pusaka.
Uniknya, kegiatan ini merupakan buah inisiasi dari kolaborasi lintas generasi, yakni para anggota Paskibraka aktif tahun 2025 bersama Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) tahun 2024. Sebanyak 160 pelajar tingkat SMA sederajat kelas X dari berbagai sekolah di wilayah Kutai Barat antusias mengikuti setiap tahapan simulasi.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan Bakesbangpol, Ramadan, menegaskan bahwa simulasi ini dirancang sedemikian rupa untuk memberikan gambaran utuh mengenai proses seleksi tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 April 2026 mendatang.
"Tujuannya agar bakal calon Paskibraka tidak kaget dengan standar yang ada. Selain teknis, ini adalah ajang silaturahmi bagi pelajar di seluruh wilayah Kutai Barat agar mereka memiliki semangat kebersamaan sebelum berkompetisi secara sehat," ujar Ramadan, saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
Ramadan menekankan betapa berharganya momentum menjadi seorang Paskibraka. Oleh karena itu Ramadan mengajak siswa untuk memanfaatkan kesempatan mendaftar tahun ini. Menjadi Paskibraka adalah peluang yang hanya datang satu kali seumur hidup, yakni saat duduk di bangku kelas X.
"Pengalaman dan teknik yang didapat selama latihan gabungan harus terus diasah secara mandiri maupun berkelompok saat kembali ke sekolah masing-masing, " ungkapnya.
Sementara itu terpisah Ketua Panitia Pelaksana, Kayla Anstasia Naibaho, yang juga merupakan anggota Paskibraka aktif tahun 2025, mengungkapkan bahwa keterlibatan senior dalam membimbing adik kelas adalah bentuk dedikasi organisasi.
"Kami berharap simulasi ini bisa menambah kepercayaan diri dan semangat adik-adik kelas X. Kami ingin melihat partisipasi yang tinggi dalam pendaftaran anggota Paskibraka 2026 nanti," tuturnya.
Melalui simulasi ini, Bakesbangpol Kutai Barat berharap dapat menyaring bibit-bibit unggul yang tidak hanya memiliki ketahanan fisik yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai Pancasila. (*)
Editor : Ismet Rifani