KALTIMPOST.ID, SENDAWAR–Pendekatan informal mulai dikedepankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat dalam membedah persoalan daerah.
Bertajuk Coffee Time, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengumpulkan jajaran pimpinan tinggi pratama dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas isu strategis di Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Rabu (22/4).
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Terbaru 2026: Roy Suryo Singgung Dugaan Ijazah Palsu Rismon
Pertemuan yang berlangsung di Sendawar tersebut tidak sekadar menjadi ajang kumpul santai. Di balik meja kopi, terselip pembahasan serius mengenai percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan ekonomi lokal yang menjadi rapor merah jika tidak segera diakselerasi.
Bupati menegaskan, pola komunikasi searah yang kaku harus mulai ditinggalkan. Dia menginginkan sinergi lintas sektor yang lebih cair agar program pembangunan tidak terjebak dalam sekat-sekat birokrasi.
"Melalui forum seperti ini, kita bisa berdiskusi lebih terbuka. Saya ingin para kepala OPD menyampaikan kendala nyata di lapangan, bukan sekadar laporan formal. Kita cari solusinya bersama di sini," tegas Frederick.
Baca Juga: Gandeng Balistik, Kejuaraan Bola Tangan Crystalin Championship 2026 Siap Digeber
Ada empat poin krusial yang menjadi "menu utama" diskusi tersebut. Pertama infrastruktur, percepatan akses jalan antar-kecamatan dan fasilitas publik. Kedua SDM, optimalisasi layanan dasar kesehatan dan pendidikan. Ketiga ekonomi, stimulus bagi sektor ekonomi lokal dan keempat pelayanan publik, responsivitas birokrasi terhadap keluhan masyarakat.
Bupati mengingatkan bahwa efektivitas anggaran sangat bergantung pada ketepatan sasaran program. Oleh karena itu, dalam sesi diskusi tersebut, para kepala OPD diminta memaparkan hambatan teknis yang selama ini menghambat capaian kinerja.
Baca Juga: Kejar Target Sertifikasi, MUI PPU Buka Pendampingan Halal Gratis bagi Ribuan UMKM
"Tujuan akhirnya adalah tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi hasil. Kami ingin setiap langkah pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kubar," tutupnya. (*)
Editor : Dwi Restu A