Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menjemput Cahaya di Ujung Jari Bupati, Kisah Yadi dan 200 Harapan yang Pulih

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 25 April 2026 | 16:27 WIB
PERHATIAN: Bupati Kubar, Frederick Edwin (Kanan) saat buka perban salah satu pasien dari Long Iram.
PERHATIAN: Bupati Kubar, Frederick Edwin (Kanan) saat buka perban salah satu pasien dari Long Iram.

​KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Tangan Yadi, warga Kecamatan Long Iram, tampak bergetar kecil saat duduk di kursi aula Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (HIS), Sabtu (25/4/2/2026).

Di hadapannya, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin berdiri dengan senyum hangat, bersiap membuka kain putih yang melilit mata Yadi pasca-operasi katarak.

​Begitu kain perban terlepas sempurna, Yadi tidak langsung bicara. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, menyesuaikan cahaya lampu ruangan yang kini masuk tanpa penghalang selaput putih lagi. Sebuah senyum perlahan terbit di wajahnya yang mulai termakan usia.

"Saya hanya bisa mengucap terima kasih kepada Pemerintah Kutai Barat. Semua dibiayai, kami tidak keluar uang," ujar Yadi dengan suara serak karena haru. Baginya, program ini adalah jembatan untuk kembali melihat wajah anak cucunya dengan jelas.

Baca Juga: Pincang Bukan Halangan! Semen Padang FC Usung Misi Curi Poin di Kandang Borneo FC Malam Ini

​Tak hanya kepada pemerintah, apresiasi tulus juga ia tujukan kepada Dinas Kesehatan dan pihak RSUD HIS yang telah menyediakan fasilitas serta pelayanan yang humanis. Baginya, kenyamanan selama menjalani proses medis adalah obat tersendiri bagi rasa takutnya sebelum dioperasi.

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan instansi kesehatan dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Keberhasilan operasi Yadi dan pasien lainnya menjadi pengingat bahwa di balik prosedur medis yang kaku, ada harapan-harapan baru yang tumbuh bagi warga di pelosok Kutai Barat.

​Kini, Yadi bersiap pulang ke Long Iram. Bukan lagi dengan pandangan yang gelap, melainkan dengan semangat baru untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga: Kalahkan Nasional! Skor Gemar Membaca Samarinda Melejit 84,86, Jadi yang Tertinggi di Kaltim

​Bupati Frederick Edwin, yang hadir bersama Wakil Bupati H. Nanang Adriani, menegaskan bahwa pemandangan haru hari itu adalah misi utama kepemimpinannya. Sebanyak 200 pasien katarak dan 9 pasien Petrygium telah mendapatkan tindakan medis gratis setelah melalui skrining ketat.

​"Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan wujud kepedulian kami. Kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang menjadi prioritas kami," tegas Bupati Edwin.

​Ia memahami bahwa bagi lansia di Kutai Barat, kehilangan penglihatan berarti kehilangan kemandirian. Dengan operasi ini, ia berharap masyarakat kembali produktif dan mampu beraktivitas mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pendamping.

​Sebelum meninggalkan aula, Edwin sempat berpesan khusus kepada Yadi dan pasien lainnya agar tidak terburu-buru mengabaikan prosedur medis. Ia meminta keluarga pasien tetap disiplin menjalankan instruksi pasca-operasi yang diberikan dokter.

​"Tolong dijaga matanya, ikuti aturan tenaga medis. Kita ingin kesembuhan ini permanen supaya bapak dan ibu bisa melihat indahnya Kutai Barat lagi," tutup Edwin sembari menjabat tangan para pasien dengan akrab.

Hari ini, wajah-wajah di Aula RSUD HIS tak lagi nampak muram. Tabir putih itu telah hilang, berganti dengan binar cahaya yang kembali menyala. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bupati kutai barat #Operasi Katarak Gratis Kubar #Dinas Kesehatan Kubar #Frederick Edwin #RSUD harapan Insan Sendawar