KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Nama Kutai Barat kembali bersinar di tingkat regional. Prestasi nonakademik kali ini datang dari Tyta Nesse, siswi SMKs Ave Bungan Tana asal Kampung Linggang Melapeh.
Ia berhasil meraih Juara I Lomba Karya Jurnalistik dalam rangka HUT Ke-68 Kodam VI/Mulawarman 2026. Tyta menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.
Perjalanan menuju kemenangan tidaklah mudah. Sejak pertengahan April 2026, Kodam VI/Mulawarman menggelar kompetisi bertema “Generasi Muda, Garda Terdepan” dan “Pemuda dan Tantangan Kedaulatan”.
Tyta harus bersaing dengan sekitar 60 peserta pada tahap awal. Ia kemudian melaju hingga masuk lima besar sebelum akhirnya keluar sebagai juara pertama.
Di babak final, Tyta memukau dewan juri melalui karya berjudul “Emas Merah dari Linggang Melapeh: Kopi, Petani, dan Janji Generasi Muda untuk Kedaulatan Pangan NKRI”. Tulisannya mengangkat hubungan antara komoditas kopi lokal Kutai Barat dengan ketahanan pangan nasional.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kedaulatan negara tidak hanya soal senjata, tetapi juga apa yang tumbuh di tanah kita, seperti kopi di Linggang Melapeh. Jika anak muda mau turun ke kebun dan bangga menjadi petani, itulah bentuk nyata menjaga kedaulatan pangan,” ujar Tyta, Minggu (3/5/2026).
Siswi kelas XI itu mengaku sempat merasa minder. Pasalnya, banyak peserta berasal dari kota besar, bahkan dari kalangan mahasiswa.
“Sempat minder karena saingannya banyak mahasiswa. Tapi saya bertekad, suara dari daerah pedalaman juga harus didengar. Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk sekolah dan para petani kopi di Melapeh,” tambahnya.
Baca Juga: Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Mei 2026, Cek Lengkap di Sini
Prestasi ini menjadi bukti bahwa literasi di Kutai Barat terus berkembang. Pihak Kodam VI/Mulawarman menyebut, lomba tersebut bertujuan mendorong daya kritis generasi muda dalam menyuarakan isu strategis bangsa.
Karya Tyta dinilai unggul karena mampu memadukan data lapangan dengan gaya penulisan yang menyentuh. Ia tidak sekadar bercerita tentang kopi, tetapi juga tentang komitmen generasi muda menjaga identitas agraris di tengah modernisasi.
Melalui capaian ini, Tyta Nesse membuktikan bahwa tulisan bisa menjadi “senjata” dalam menjaga kedaulatan bangsa, dimulai dari desa kecil bernama Linggang Melapeh.
Hari ini, ia dijadwalkan menerima penghargaan sebagai Juara I Lomba Jurnalistik di Kodam VI/Mulawarman.
Sebagai informasi, SMKs Ave Bungan Tana merupakan satu-satunya sekolah menengah kejuruan pertanian di Kabupaten Kutai Barat. (*)
Editor : Ery Supriyadi