KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Konektivitas jalur darat yang menghubungkan Simpang Belusuh, Simpang Damai, hingga Mentiwan (Melak) di Kutai Barat terus ditingkatkan. Proyek preservasi jalan nasional ini dipacu untuk memperkuat kemantapan jalan di jalur logistik vital tersebut.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.8, Andi Muhammad Ruli Akib, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik dilakukan sejak awal kontrak (17/12/ 2025) dengan pekerjaan berbutir dan agregat . Dan untuk pekerjaan perkerasan rigid beton dimulai awal April lalu.
Fokus utama saat ini berada pada segmen 2, khususnya di kawasan depan Kantor United Tractors Jengan Danum, Kecamatan Damai.
Baca Juga: Jaga Keandalan Listrik yang Jadi Fondasi Utama Warga, GM PLN UID Kaltimra Tinjau PLTGU Tanjung Batu
“Saat ini pengerjaan utama sudah berjalan di lokasi tersebut,” ujar Ruli kepada Kaltimpost.id, Selasa (5/5/2026).
Secara teknis, proyek ini menggunakan konstruksi rigid beton dengan spesifikasi tinggi. Jalan dibangun dengan lebar 7,9 meter guna menyesuaikan beban kendaraan berat yang melintas.
Material yang digunakan memiliki mutu beton Fs 45 MPa dengan ketebalan mencapai 28 sentimeter. Selain itu, konstruksi diperkuat dengan lapisan Lean Concrete (LC) setebal 10 sentimeter sebagai lantai kerja sebelum pengecoran utama.
Tak hanya perkerasan jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan sistem drainase. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keawetan badan jalan dari potensi kerusakan akibat aliran air.
Perbaikan saluran drainase dilakukan di sejumlah titik, antara lain di depan akses mess Pama serta kawasan Gunung Gayukng, Simpang Raya.
Perwakilan kontraktor PT Brahmakerta Adiwira, Riyanto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pembangunan crossing drainase di kawasan Gunung Gayukng.
“Masih tahap persiapan. Setelah siap, kami langsung lakukan penggalian untuk pemasangan box culvert,” jelasnya.
Seiring berlangsungnya pekerjaan, pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas alat berat dan potensi penyempitan jalan akibat pengerjaan rigid beton serta drainase menjadi perhatian utama.
Pengendara yang melintas dari arah Samarinda menuju Melak, maupun sebaliknya, diimbau mematuhi rambu-rambu proyek demi keselamatan bersama. (*)
Editor : Ery Supriyadi