KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Genderang persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi ditabuh.
Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi membuka pendaftaran bagi figur-figur yang siap menakhodai induk organisasi olahraga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman tersebut.
Ketua TPP KONI Kubar, Bernadus Tomy Pilli mengungkapkan bahwa proses pendaftaran ini berlangsung dalam tempo yang cukup singkat. Terhitung mulai Rabu (6/5/2026) pukul 16.00 Wita, para kandidat sudah bisa menyerahkan berkas mereka.
Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal di Kaltim, Dipicu Geopolitik hingga Lonjakan Avtur
Batas akhir pengembalian formulir dipatok pada Jumat (8/5/2026) mendatang di jam yang sama. "Kami bergerak cepat sesuai mekanisme. Salah satu syarat mutlak yang menjadi filter utama adalah setiap bakal calon harus mengantongi dukungan tertulis minimal 20 + 1 dari total Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) yang aktif," tegas Tomy, Rabu (6/5/2026).
Aturan mainnya pun ketat. Dukungan tersebut hanya dinyatakan sah jika berasal dari Pengkab Cabor yang masa baktinya masih berlaku dan tidak dalam kondisi bermasalah.
Selain itu, satu Cabor hanya diizinkan memberikan mandat dukungan kepada satu nama calon. Jika ditemukan dukungan ganda, maka surat dukungan tersebut otomatis dinyatakan batal atau tidak sah.
Baca Juga: Bukan Naik, Pemerintah Klaim Tiket Pesawat Hanya Disesuaikan
Dengan waktu pendaftaran yang hanya menyisakan dua hari ke depan, tensi di internal Cabor diprediksi akan meningkat. Siapa yang mampu merangkul mayoritas suara Cabor akan menjadi penentu arah prestasi olahraga Kutai Barat untuk masa bakti 2025-2029 mendatang.
"Dukungan harus ditandatangani langsung oleh Ketua Umum, Plt Ketua, atau Caretaker Pengkab Cabor agar memiliki legalitas hukum yang kuat di hadapan TPP," pungkas Tomy.
Langkah taktis TPP ini bukan tanpa alasan. Plt Ketua KONI Kubar, Lidwina, menjelaskan bahwa percepatan pembentukan tim dan pembukaan pendaftaran merupakan instruksi langsung dari Pengurus KONI Kaltim. Tujuannya jelas, mengakhiri masa transisi dan segera menetapkan ketua definitif.
"Kami telah mengagendakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 11 Mei 2026. Targetnya, ketua terpilih sudah bisa dilantik keesokan harinya, yakni pada 12 Mei," ujar Lidwina.
Menilik persyaratan yang dirilis TPP, calon Ketua Umum KONI Kubar tidak bisa muncul dari kalangan sembarangan. Selain aspek administratif seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), calon diwajibkan memiliki rekam jejak di dunia olahraga, yakni pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus Pengkab Cabor yang dibuktikan dengan SK resmi.
Beberapa poin krusial lainnya yang menjadi sorotan adalah, Dukungan Permanen, Surat dukungan yang sudah diberikan oleh Pengkab Cabor kepada salah satu calon tidak dapat dicabut kembali dengan alasan apa pun.
Calon dipastikan tidak sedang menjalani proses pidana atau berstatus sebagai tersangka. Kandidat wajib membuat surat pernyataan kesanggupan bermaterai Rp 10.000 untuk memaparkan visi-misi mereka dalam memajukan olahraga Kubar di hadapan Sidang Pleno Musorkablub.
Baca Juga: Parkir Sembarangan di Sudirman? Siap-Siap STNK Terblokir!
Dengan waktu pendaftaran yang hanya menyisakan dua hari ke depan, tensi di internal Cabor diprediksi akan meningkat. Siapa yang mampu merangkul mayoritas suara Cabor akan menjadi penentu arah prestasi olahraga Kutai Barat untuk masa bakti 2025-2029 mendatang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo