KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem perlindungan sosial sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat monitoring bersama BPJS Ketenagakerjaan yang digelar Senin (11/5).
Fokus utama pemerintah daerah kini tidak lagi sekadar mengejar angka Universal Coverage Jamsostek (UCJ), tetapi memastikan manfaat perlindungan benar-benar dirasakan kelompok pekerja paling rentan.
Kelompok tersebut meliputi petani, nelayan, buruh harian lepas, hingga pedagang kecil yang selama ini memiliki risiko tinggi terhadap ketidakstabilan ekonomi ketika mengalami kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga masyarakat kecil.
Menurutnya, satu musibah yang menimpa kepala keluarga di sektor informal dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup seluruh anggota keluarga.
“Tujuan kita jelas, kita ingin membangun sistem keamanan sosial yang kokoh. Jika terjadi risiko meninggal dunia atau cacat permanen, negara hadir untuk memastikan anak-anak mereka tetap bisa sekolah melalui beasiswa, dan keluarga yang ditinggalkan memiliki modal untuk melanjutkan hidup,” ujarnya.
Saat ini, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kutai Barat disebut telah mencapai sekitar 27 ribu jiwa. Pemerintah daerah menilai peningkatan jumlah peserta mulai memberikan dampak nyata, baik secara psikologis maupun finansial bagi masyarakat.
Dengan adanya perlindungan Jamsostek, pekerja rentan dinilai memiliki rasa aman saat bekerja karena biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja ditanggung penuh sesuai indikasi medis tanpa batas plafon.
Selain itu, santunan kematian yang diterima ahli waris juga dinilai membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga ketika tulang punggung keluarga mengalami risiko kerja.
Pemerintah daerah juga menyoroti manfaat jangka panjang dari program tersebut, terutama melalui komponen beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang mengalami risiko kerja.
Program itu diharapkan mampu mencegah terjadinya putus sekolah dan menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda di Kutai Barat.
Plt Kepala Disnakertrans Kubar Welsi mengatakan, peningkatan kepesertaan Jamsostek juga berdampak terhadap posisi kesejahteraan daerah di tingkat provinsi.
Menurutnya, Kubar saat ini berada di posisi ketiga di Kalimantan Timur dalam cakupan perlindungan pekerja sehingga menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan perlindungan sosial tenaga kerja.
“Dampaknya bukan hanya untuk individu, tapi juga bagi daerah. Beban sosial pemerintah daerah menjadi lebih terukur karena sebagian besar risiko sosial masyarakat sudah dialihkan ke sistem asuransi sosial yang kredibel,” katanya.
Melalui dukungan anggaran yang mencapai miliaran rupiah, Pemkab Kubar ingin memastikan seluruh pekerja, termasuk sektor informal, memiliki hak perlindungan yang setara.
Pemerintah daerah berharap penguatan Jamsostek tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu menjaga kesejahteraan masyarakat dan mendukung misi pengentasan kemiskinan di Kubar. (rd)
Editor : Romdani.