SENDAWAR – Kapolres Kutai Barat (Kubar), AKBP Boney Wahyu Wicaksono menegaskan bahwa profesionalisme personel Polri tidak hanya diukur dari kemahiran teknis, tetapi juga kematangan psikologis.
Hal tersebut disampaikan menindaklanjuti pelaksanaan Tes Psikologi Senjata Api (Senpi) Organik Polri dan Konseling Psikologi yang baru - baru ini digelar di Aula Catur Prasetya, Senin (11/5).
Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap anggota yang memegang senjata api dinas benar-benar memiliki kontrol diri yang stabil. Tujuannya jelas, yakni sebagai filter preventif untuk menghindari penyalahgunaan senjata api yang dapat merugikan institusi maupun masyarakat.
Baca Juga: Empat Nama Bersaing Rebut Kursi Sekda Kubar, Pansel Umumkan Hasil Seleksi Administrasi.
Selain itu, pelayanan konseling yang diberikan bertujuan menjaga kesehatan mental personel agar tetap prima dalam menghadapi beban tugas kepolisian yang semakin kompleks.
"Kesiapan mental adalah kunci. Kami ingin memastikan personel di lapangan mampu mengambil keputusan secara bijak, terutama dalam situasi kritis, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap humanis dan sesuai prosedur," ujar Kapolres kepada Kaltim Post, Selasa (12/5/2026).
Dampak dari pemetaan psikologis ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dengan personel yang sehat secara mental, risiko tindakan arogan atau kesalahan prosedur di lapangan dapat ditekan seminimal mungkin. Konseling yang diberikan juga menjadi wadah bagi anggota untuk menyalurkan tekanan psikis akibat beban kerja, sehingga mereka dapat kembali bertugas dengan pikiran yang lebih segar dan fokus.
Baca Juga: Banjir Mahakam Ulu Surut, PLN Berhasil Pulihkan Kelistrikan Datah Bilang 100 Persen.
Untuk diketahui tes psikologi senpi di Polres Kubar menghadirkan Tim Bagian Psikologi (Bag Psi) Ro SDM Polda Kaltim. Tim tersebut dipimpin oleh IPTU Trisni Herawati selaku Paur Subbag Psipers Ro SDM Polda Kaltim, didampingi IPDA Gregoryanagata Prabuwinagara, Penda TK I Sunardi, serta tiga personel ahli lainnya.
Adapun rangkaian tes yang diikuti oleh personel Polres Kubar dan Polsek jajaran meliputi beberapa tahapan teknis, di antaranya, Tes Psikologi Senpi Organik Polri untuk uji kelayakan pemegang senjata.
Kemudian Mapping Psikologi guna pemetaan karakter dan potensi personel. Serta Pelayanan Profil Klinis Psikologi Kepolisian untuk melihat kondisi kejiwaan secara mendalam dan Konseling Psikologi sebagai bentuk dukungan kesehatan mental.
Editor : Muhammad Ridhuan