Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jalur Vital di Kutai Barat Mulai Dicor Beton, Drainase Jadi Prioritas

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:12 WIB
Pemasangan cross drain box culvert di Segmen Dua kawasan Gunung Gayukng. (K SUNARDI/KALTIM POST)
Pemasangan cross drain box culvert di Segmen Dua kawasan Gunung Gayukng. (K SUNARDI/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Peningkatan kualitas jalan nasional di Kutai Barat (Kubar) terus menunjukkan progres signifikan. Jalur vital yang menghubungkan Simpang Belusuh, Simpang Damai, hingga Mentiwan, Melak, kini memasuki tahap pengerjaan intensif.

Proyek preservasi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kemantapan jalan pada lintasan yang menjadi urat nadi mobilitas dan logistik masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.8, Andi Muhammad Ruli Akib, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik telah dimulai sejak pertengahan Desember 2025.

Baca Juga: 13 Kiai Tertipu Program MBG, Sudah Habis Jual Mobil dan Aset Pesantren untuk Bangun Dapur

Pada tahap awal, pengerjaan difokuskan pada penguatan fondasi jalan. Memasuki April 2026, proyek mulai beralih ke tahap perkerasan permanen menggunakan rigid beton.

“Sejak awal kontrak pada 17 Desember 2025, kami mulai dengan pekerjaan berbutir dan agregat. Memasuki awal April 2026, kami sudah bergeser ke pengerjaan perkerasan rigid beton,” ujar Andi kepada Kaltim Post, Rabu (13/5/2026).

Selain badan jalan, pembangunan drainase juga menjadi perhatian utama dalam proyek tersebut. Di Segmen Dua, pihak pelaksana kini fokus membangun saluran drainase permanen guna mencegah genangan air di badan jalan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan struktur jalan agar tidak cepat rusak akibat limpasan air hujan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan teknis seperti cross drain dan pemasangan cross drain box culvert di kawasan Gunung Gayukng telah rampung.

“Saat ini tinggal tahap penyelesaian atau finishing drainase di kawasan tersebut,” tambahnya.

Kehadiran drainase permanen itu disambut positif warga yang tinggal di sepanjang jalur proyek. Selama ini, buruknya sistem pembuangan air membuat air hujan dan lumpur kerap meluber hingga ke permukiman warga.

Budi, salah seorang warga yang memiliki usaha di pinggir jalan, mengaku kondisi tersebut selama ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Debut Max Verstappen Bikin Tiket Terusan Nurburgring 24H 2026 Sold Out Lebih Cepat

“Bagus sekali kalau ada drainasenya. Selama ini kalau hujan air dan lumpur meluber. Hampir tiap habis hujan kami harus bersih-bersih, sekarang harapannya tidak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan kontraktor PT Brahmakerta Adiwira, Riyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan drainase di sejumlah titik rawan genangan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan sekitar Hotel Loveta, Simpang Raya, yang juga direncanakan mendapat perkerasan rigid beton.

Menurut Riyanto, pembangunan drainase di titik tersebut sangat krusial karena luapan air selama ini menjadi penyebab utama kerusakan pondasi jalan.

“Kalau air meluap ke jalan, lama-kelamaan pondasi rusak. Maka drainase ini dibangun agar struktur jalan yang nantinya dibeton tetap kokoh dan tahan lama,” jelasnya.

Dengan peningkatan kualitas jalan ini, konektivitas dari kawasan perbatasan hingga pusat pemerintahan di Sendawar diharapkan semakin lancar tanpa hambatan kubangan maupun jalan bergelombang.

Proyek preservasi tersebut juga membutuhkan dukungan masyarakat Kutai Barat agar seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar di lapangan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#rigid beton #drainase jalan #jalan nasional Kubar #BBPJN Kaltim