SENDAWAR – Estafet kepemimpinan Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi bergulir. Sebanyak 32 pengurus daerah periode 2026–2031 dikukuhkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar, Rabu (13/5/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BPW BAMAG LKKI Kaltim, Pdt Dison Djoyne Ngayow. Pasca pelantikan, Pdt Hendri Kurniawan kini resmi menahkodai organisasi tersebut untuk lima tahun ke depan.
Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar Suwito, menekankan pentingnya peran BAMAG LKKI sebagai pilar penjaga kerukunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Baca Juga: Kejari Samarinda Musnahkan Sabu, Ganja, Miras Cap Tikus, dan Uang Palsu
Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar wadah keagamaan, melainkan mitra strategis pemerintah. “Selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Kami berharap BAMAG LKKI terus menjadi wadah pemersatu yang mengedepankan toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Suwito membacakan sambutan Bupati.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Bangun SMA/SMK Baru di Balikpapan Tahun Ini, Cek Lokasinya!
Ia menambahkan, sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah daerah sangat krusial untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Pemerintah mendorong agar pengurus tidak hanya fokus pada pembinaan iman jemaat, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama dan lingkungan.
“Mari kita bangun sinergitas untuk mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, dan merata,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua BPW BAMAG LKKI Kaltim Pdt Dison Djoyne Ngayow mengingatkan bahwa pelantikan ini adalah sebuah panggilan pelayanan, bukan sekadar seremonial organisasi. Ia menekankan agar para pengurus bekerja dengan integritas tinggi.
“Ingatlah bahwa jabatan adalah pelayanan dan kekuasaan adalah tanggung jawab.
Bekerjalah dengan tulus, rendah hati, dan jujur. Utamakan kepentingan bersama demi memperkuat persatuan umat,” tegas Dison.
Hadirnya BAMAG LKKI di Kubar diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antar-lembaga keagamaan, sekaligus memastikan nilai-nilai kasih, kebenaran, dan keadilan tetap menjadi fondasi dalam mendukung program pembangunan daerah. (*)
Editor : Sukri Sikki