Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Angkat Bicara, Jalan Nasional Bukan Milik Korporasi! Truk Pengangkut Log Bebas Melenggang

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:54 WIB
KAYU SIAPA? Truk fuso yang disinyalir bawa muatan kayu Log. 
KAYU SIAPA? Truk fuso yang disinyalir bawa muatan kayu Log. 

SENDAWAR – Ruas jalan nasional yang menghubungkan poros Tering menuju Sendawar  - Samarinda kini seolah berubah fungsi menjadi jalur angkut kayu primer. Aktivitas pengangkutan kayu bulat (log) menggunakan truk fuso berukuran jumbo kembali marak, memicu keresahan mendalam bagi pengguna jalan di Kutai Barat (Kubar).

Pantauan media ini di lapangan pada Rabu (13/5/2026) sore, setidaknya tiga unit truk fuso tampak "berparade" membawa muatan penuh. 

Meski disamarkan dengan penutup terpal, diameter kayu yang menyembul di balik bak truk tak bisa membohongi mata. Modus operandi penggunaan truk besar tertutup terpal ini diduga kuat untuk mengelabui petugas dan masyarakat agar seolah-olah membawa logistik umum.

​"Tadi ada tiga unit melintas di kawasan Gunung Punai. Jelas sekali itu kayu log, biarpun ditutup terpal. Pertanyaannya, kok mereka bisa sebebas itu? Ini jalan nasional, fasilitas umum, bukan jalan perusahaan," cetus seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

​Keresahan warga bukan tanpa alasan. Kehadiran monster jalanan ini membawa trauma kolektif bagi masyarakat setempat. Pasalnya, bobot kayu log berdiameter 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter itu jelas melampaui kapasitas (tonase) jalan nasional kelas III.

​Saiful, warga lainnya, melontarkan kritik pedas. Ia menduga armada ini masih merupakan bagian dari kelompok truk yang sempat memicu tragedi maut belum lama ini.

​"Kalau tidak salah, angkutan ini satu tim dengan truk yang kecelakaan di kawasan Kelian Dalam beberapa waktu lalu. Saat itu dua nyawa melayang. Kenapa sekarang dilepas lagi?" cecarnya dengan nada geram.

​Siapa di balik izinnya? Secara regulasi, pengangkutan kayu bulat di jalan umum merupakan pelanggaran serius jika tidak mengantongi izin khusus dan melanggar aturan muatan maksimal. 

Selain mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang dibangun dengan uang rakyat, risiko kecelakaan fatal selalu mengintai di setiap tikungan tajam poros Tering-Sendawar- Samarinda. 

​Publik kini menaruh tanya besar, Siapa yang memberi restu? Mengapa truk-truk jumbo pengangkut hasil hutan ini bisa melintasi pos-pos pemantauan tanpa ada tindakan tegas?

​Masyarakat mendesak pihak berwenang, baik Dinas Perhubungan maupun aparat kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan penertiban sebelum ada nyawa tambahan yang menjadi tumbal di aspal panas jalan nasional.

​"Jangan tunggu ada korban jiwa lagi baru sibuk razia. Kami minta ketegasan, tertibkan sebelum jalan ini hancur total dan memakan korban baru," pungkas warga. (*)

Editor : Ismet Rifani
#truk bawa kayu log #muatan lebihi tonase #Dishub Kubar