SENDAWAR – Gemuruh tepuk tangan di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) siang itu seolah menjadi simfoni indah bagi keluarga besar SD Tunas Lestari Sungai Kedang. Rabu (13/5/2026), sekolah yang terletak di Kampung Besiq Kecamatan Damai Kutai Barat ini tidak sekadar bertamu di pusat pemerintahan kabupaten, melainkan pulang dengan kepala tegak dan dada membusung bangga.
Dua piala juara pertama dari ajang bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2026 berhasil mereka amankan. Prestasi ini bukan main-main; SD Terbaik kelima se-Kaltim menyapu bersih podium tertinggi pada dua cabang sekaligus, Pantomim dan Kriya.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas di Melak, Polsek Gencarkan KRYD dan Gandeng Tokoh Masyarakat.
Lantai Gedung ATJ saksi bisu betapa kompetisi tahun ini berlangsung sengit. Di cabang Pantomim, delegasi sekolah ini harus berjibaku melawan 12 peserta tangguh. Namun, ekspresi wajah yang bercerita tanpa kata dan gestur tubuh yang lincah berhasil membius dewan juri.
Tak kalah memukau, pada cabang Kriya, kreativitas jemari siswa SD Tunas Lestari sukses mengungguli 14 peserta lainnya. Di tengah persaingan ketat sekolah-sekolah dasar terbaik se-Kutai Barat, karya mereka tampil beda—penuh detail dan memiliki jiwa artistik yang kuat.
Keberhasilan ini bukan hasil sulap semalam. Kepala SD Tunas Lestari Sungai Kedang, Novia Puspita Arum, menyebut prestasi ini sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki "cahaya" masing-masing.
Baca Juga: Warga Angkat Bicara, Jalan Nasional Bukan Milik Korporasi! Truk Pengangkut Log Bebas Melenggang
“Ada yang menyampaikan makna lewat kata-kata, gerak, karya, dan kreativitas. Kami sangat bersyukur anak-anak diberi ruang untuk tumbuh. Terima kasih kepada guru pembimbing, orang tua, komite sekolah, hingga PT Harapan Rimba Raya atas dukungannya,” ungkap Novia dengan nada haru.
Ia berharap, kemenangan ini tidak membuat anak didiknya cepat puas, melainkan menjadi pemantik semangat untuk tetap rendah hati dan terus berkarya di level yang lebih tinggi.
Capaian gemilang ini membawa pesan kuat bagi dunia pendidikan di Tanaa Purai Ngeriman: bahwa letak geografis bukan penghalang untuk bersinar. Dukungan sinergis antara sekolah, orang tua, dan sektor swasta terbukti mampu melahirkan talenta yang kompetitif.
Editor : Muhammad Ridhuan