Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Runway Pendek, Penumpang Pesawat di Bandara Melalan Melak Dibatasi

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:44 WIB
MENDARAT: Pesawat maskapai Wings Air saat mendarat di Bandara Melalan Kutai Barat. (SUNARDI/KP)
MENDARAT: Pesawat maskapai Wings Air saat mendarat di Bandara Melalan Kutai Barat. (SUNARDI/KP)

SENDAWAR – Keterbatasan infrastruktur landasan pacu (runway) di Bandara Melalan, Melak, berdampak langsung pada daya angkut maskapai. Meski rute Melak–Balikpapan (PP) yang dilayani Wings Air menjadi jalur transportasi vital di Kutai Barat (Kubar), pesawat ATR 72-600 milik mereka tidak bisa terbang dengan kapasitas penuh.

​Hingga saat ini, baik penerbangan dari Balikpapan maupun dari Melak, jumlah penumpang dibatasi hanya sekitar 65 orang. Ada selisih 7 kursi yang terpaksa dikosongkan dari total kapasitas normal 72 penumpang.

Baca Juga: Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Kubar Dijaga Ketat, Personel Sat Samapta Sterilisasi Gereja

​Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan, Bernard Repelita Purba, menjelaskan bahwa panjang lintasan pacu saat ini yang hanya 1.300 meter menjadi variabel utama pembatasan beban angkut. Dalam dunia penerbangan, semakin pendek landasan, maka semakin sedikit beban yang boleh dibawa pesawat agar bisa lepas landas dan mendarat dengan aman.

​“Kapasitasnya dibatasi sekitar 65 seat. Ini murni karena faktor teknis operasional. Dengan runway kita yang sekarang, pesawat harus menyesuaikan beban demi faktor keselamatan,” tegasnya, Jumat (15/5).

​Rencana memperpanjang runway agar pesawat bisa mengangkut 72 penumpang secara penuh masih menemui jalan buntu. Bernard mengungkapkan, perluasan ke satu sisi terhambat oleh pemukiman warga yang sudah padat. Sementara di sisi seberangnya, kondisi geografis berupa tebing curam menuntut biaya tinggi untuk penimbunan lahan.

Baca Juga: Cegah Longsor, Dinding Penahan Tanah Dibangun di Ruas Sp Blusuh–Batas Kalteng

​“Kondisi lapangan di satu sisi harus ada penimbunan karena tebing. Ini belum bisa kita laksanakan karena dua tahun ini sedang ada program efisiensi anggaran,” tambahnya.

Meski kursi yang ditawarkan terbatas, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Tingkat keterisian (load factor) hampir setiap hari mencapai 100 persen dari kuota yang disediakan. Penumpang didominasi oleh pekerja sektor pertambangan dan warga Kubar yang memerlukan akses cepat ke Balikpapan.

​Pihak UPBU Melalan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pengembangan fasilitas bandara bisa menjadi prioritas, sehingga operasional ke depan bisa lebih optimal tanpa ada pembatasan kursi lagi. (ard/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#Unit Penyelenggara Bandar Udara #runway #Bandara Melalan #wings air #Kutai Barat