Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Kiriman dari Mahulu Rendam Kecamatan Tering, Jalur Poros Kubar-Mahulu Mulai Tergenang

Sunardi Kaltim Post • Senin, 18 Mei 2026 | 19:35 WIB
Banjir di Kecamatan Tering, Kubar.
Banjir di Kecamatan Tering, Kubar.

KALTIMPOST.ID-Curah hujan tinggi di wilayah hulu memicu ancaman banjir di Kutai Barat (Kubar).

Sejak Senin (18/5) siang, Kecamatan Tering mulai terdampak banjir kiriman dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam Ulu (Mahulu) yang diperparah hujan lebat di sejumlah wilayah Kubar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar hingga pukul 12.38 Wita mengeluarkan peringatan dini banjir setelah tinggi muka air di sejumlah kawasan permukiman terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di kawasan terdampak mencapai sekitar 60 hingga 80 sentimeter.

Luapan air menyebabkan aktivitas masyarakat di beberapa kampung mulai terganggu. Tiga wilayah yang terdampak cukup parah yakni Kampung Tering, Jelmuk, dan Gabung.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas pendidikan seperti MTs 001 Tering Seberang dan SD 004 Jelmuk.

Baca Juga: Ratusan Pemancing Ramaikan Fun Fishing 2026 di Pulau Sabakkatang, Mamuju Sulbar, Event Dinilai Mampu Dongkrak Wisata dan Ekonomi Warga Pesisir

Tak hanya itu, jalan provinsi yang menjadi jalur utama penghubung Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu juga mulai terendam sehingga menyulitkan kendaraan melintas.

Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudianto Rihartono mengatakan, pihaknya telah menerjunkan Tim Kaji Cepat (TKC) ke lokasi untuk melakukan pemantauan kondisi banjir secara intensif.

“Kondisi di Kecamatan Tering saat ini masuk status siaga. Anggota TKC sudah berada di lapangan untuk patroli dan memantau pergerakan debit air,” ujarnya.

Menurut Yudianto, BPBD Kubar juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta pemerintah kampung guna mengantisipasi kemungkinan banjir semakin meluas.

Ia menyebut langkah antisipasi evakuasi mulai dipersiapkan apabila debit air terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan petinggi kampung untuk mempersiapkan langkah evakuasi warga jika air terus meninggi,” katanya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pemprov Kaltim Perketat Penertiban Kendaraan Operasional Tambang dan Perkebunan, 1.049 Unit Bakal Dimutasi ke Plat KT

BPBD Kubar juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan hilir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Apalagi berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di 16 kecamatan di Kubar.

“Kami mengimbau masyarakat mengamankan dokumen penting dan barang berharga serta segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” tegasnya.

BPBD Kubar memastikan pemantauan terus dilakukan mengingat banjir kiriman dari wilayah hulu masih berpotensi bergerak ke kawasan hilir apabila curah hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Mahakam Ulu #Kutai Barat #Banjir Kubar