SENDAWAR – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bergerak cepat dalam mematangkan arah kebijakan olahraga rekreasi dan tradisional di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Langkah ini ditandai dengan digelarnya Rapat Kerja (Raker) Kormi Kubar yang berlangsung di Ruang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kubar, Kamis (21/5/2026).
Rapat kerja ini digelar dengan target besar, yakni menyelaraskan seluruh program pembudayaan olahraga masyarakat agar sejalan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dispora Kubar.
Ketua Kormi Kubar, Hengki dalam arahannya menegaskan pentingnya efisiensi waktu. Ia meminta seluruh bidang di internal Kormi, serta Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang bernaung di bawahnya untuk segera bergerak cepat.
"Kami meminta semua bidang dan Inorga untuk berpacu dengan waktu dalam menyusun anggarannya masing-masing. Sinergi program antara Dispora, Kormi, dan Inorga harus berjalan linier agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat," tegas Hengki.
Dalam raker tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi arus utama pembahasan. Di antaranya, peningkatan partisipasi masyarakat, mengajak lebih banyak warga Kubar untuk aktif berolahraga.
Optimalisasi olahraga komunitas dengan memfokuskan kegiatan pada olahraga rekreasi, tradisional, dan kebugaran yang berbasis komunitas. Penguatan data pendukung untuk mengukur Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) dan Indeks Partisipasi Olahraga secara akurat.
Untuk mencapai hal tersebut, Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kubar akan bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan pembinaan, koordinasi, serta dukungan teknis di lapangan.
Guna menghindari benturan jadwal dan memastikan kegiatan berjalan terstruktur, raker menyepakati penyusunan kalender kegiatan olahraga masyarakat tahunan.
Nantinya, setiap Inorga diwajibkan menyampaikan rencana kegiatan mereka minimal satu tahun berjalan. Kormi Kubar akan mengambil peran sentral sebagai koordinator yang melakukan pengumpulan dan sinkronisasi seluruh agenda tersebut.
Selain itu, aspek pendataan juga mulai didorong ke arah yang lebih modern. Pengukuran IPO ke depan akan didukung dengan metode pendataan peserta kegiatan yang lebih optimal. Baik secara manual maupun digital, menggunakan format standar yang disediakan oleh Dispora.
Kormi Kubar juga mengarahkan agar pelaksanaan olahraga masyarakat memaksimalkan pemanfaatan ruang terbuka publik yang ada di Kubar. Untuk mendukung hal ini, akan dilakukan pemetaan lokasi kegiatan serta koordinasi lintas sektor guna optimalisasi sarana dan prasarana.
Menyadari keterbatasan anggaran daerah, raker juga menelurkan komitmen penguatan kelembagaan dan kemandirian finansial. Di samping fasilitasi dari anggaran daerah yang disesuaikan dengan kemampuan daerah, Kormi dan Inorga didorong secara aktif untuk membangun kemitraan (partnership), serta mencari sumber pendanaan alternatif yang sah.
Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap kegiatan yang dilaksanakan wajib dilaporkan kepada Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kubar menggunakan format laporan standar yang mencakup detail kegiatan, jumlah peserta, dan dokumentasi yang valid. Evaluasi berkala pun akan digelar setiap triwulan atau semester.
Sebagai tindak lanjut jangka pendek dari raker ini, tim perumus akan segera menetapkan kalender kegiatan bersama, mengumpulkan rencana program dari masing-masing Inorga, serta menetapkan format pendataan dan pelaporan resmi untuk memulai monitoring berkala. (adv)
Editor : Sukri Sikki