SENDAWAR – Kabar gembira bagi mobilitas masyarakat di Kutai Barat (Kubar) dan Samarinda. Pilihan transportasi udara yang menghubungkan kedua wilayah tersebut dipastikan bakal bertambah. Pihak Bandara Melalan Sendawar telah resmi mengajukan penambahan rute penerbangan baru, yakni rute Bandara Melalan Kutai Barat menuju Bandara APT Pranoto Samarinda (PP).
Langkah ini menjadi angin segar untuk memangkas jarak dan waktu. Mengingat selama ini, aktivitas penerbangan berjadwal di Bandara Melalan hanya melayani rute Balikpapan - Melalan yang beroperasi setiap hari.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Melalan, Bernard R Purba membenarkan adanya langkah progresif tersebut demi memperluas akses udara dari dan menuju Kubar.
"Sudah diajukan, tapi saat ini kami masih menunggu realisasinya," jelas Bernard saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Rencana pembukaan rute ini mendapat lampu hijau. Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan menerangkan, saat ini izin penetapan rute Wings Air dari Samarinda dengan tujuan Melak sudah resmi diterbitkan.
“Dari maskapai sudah menjadwalkan akan terbang perdana pada tanggal 17 Juni mendatang. Semoga dengan adanya rute baru itu, bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat Kaltim,” terang Kadek.
Maskapai Wings Air direncanakan akan melayani rute Samarinda - Melak (PP) dengan frekuensi penerbangan berjadwal sebanyak tiga kali dalam sepekan, yaitu pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Kapasitas tampung pesawat hingga 72 orang penumpang. Selain itu, pihak maskapai juga memberikan fasilitas gratis bagasi hingga 7 Kg untuk para penumpang.
Berikut adalah rincian jadwal penerbangan yang telah diagendakan,
Samarinda (AAP) – Melalan (GHS). Berangkat dari Bandara APT Pranoto pukul 09.05 Wita dan diperkirakan mendarat di Bandara Melalan Sendawar sekira pukul 09.50 Wita.
Melalan (GHS) – Samarinda (AAP): Berangkat dari Bandara Melalan pukul 10.15 Wita dan diperkirakan tiba kembali di Samarinda pada pukul 11.00 Wita.
Dengan waktu tempuh yang hanya berkisar 45 menit, kehadiran rute baru ini diharapkan dapat mendongkrak sektor perekonomian, mempermudah urusan logistik, serta menggeliatkan sektor pariwisata di kedua daerah. (*)
Editor : Ismet Rifani