KALTIMPOST.ID-Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Paser terus dimatangkan oleh cabang olahraga gulat Kutai Barat (Kubar).
Untuk memastikan kesiapan atlet menghadapi persaingan tingkat provinsi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar Alsiyus melakukan kunjungan langsung ke lokasi pemusatan latihan tim gulat di Samarinda, Senin (1/6).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Kubar untuk memantau perkembangan atlet sekaligus memberikan motivasi menjelang ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut.
Kehadiran pengurus KONI di tengah sesi latihan disambut antusias para atlet dan pelatih yang saat ini tengah menjalani program pembinaan intensif.
Pelatih gulat Kubar Anna Caroline mengatakan, fokus utama tim saat ini adalah mematangkan teknik bertanding serta melakukan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebelumnya.
Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan program latihan agar atlet mampu tampil lebih kompetitif saat bertanding di Paser nanti.
“Persiapannya sekarang lebih banyak pada pemantapan teknik dan peningkatan kemampuan atlet. Kami juga melakukan evaluasi dari hasil BK sebelumnya agar kekurangan yang ada bisa diperbaiki sebelum Porprov,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh program latihan telah disusun secara terstruktur dan berkelanjutan.
Tim pelatih berupaya menjaga kondisi fisik, teknik, dan mental atlet agar tetap stabil hingga memasuki tahapan pemusatan latihan mandiri menjelang pertandingan.
“Kami terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada atlet. Latihan dilakukan secara terprogram agar mereka terbiasa menjaga disiplin dan kesiapan saat memasuki fase akhir persiapan,” katanya.
Pada BK Porprov lalu, tim gulat Kubar mencatat hasil yang cukup membanggakan. Sebanyak 14 atlet berhasil lolos ke Porprov, terdiri atas tujuh atlet putra dan tujuh atlet putri.
Dari ajang tersebut, Kubar juga berhasil mengumpulkan satu medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi modal penting sekaligus motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi di Porprov mendatang.
Meski demikian, Anna mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi selama proses persiapan.
Sebagian besar atlet gulat Kubar masih berstatus pelajar dan tinggal di lokasi yang berbeda-beda.
Kondisi itu membuat kebutuhan dukungan operasional, seperti transportasi dan pemenuhan nutrisi atlet, menjadi faktor yang cukup penting.
“Kami perlu mendukung mereka bukan hanya dari sisi latihan, tetapi juga kebutuhan pendukung seperti vitamin dan transportasi. Sebagian besar atlet masih pelajar dan tempat tinggal mereka tersebar,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan perlengkapan latihan juga menjadi perhatian. Hingga saat ini masih terdapat kebutuhan peralatan, termasuk sepatu khusus gulat yang digunakan untuk menunjang performa atlet selama menjalani latihan maupun pertandingan.
“Kami berharap kebutuhan perlengkapan latihan bisa terpenuhi sebelum Porprov berlangsung sehingga atlet dapat berlatih dengan lebih maksimal,” ujarnya.
Menghadapi persaingan di Porprov Paser, Anna menilai lawan yang akan dihadapi memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi. Namun hal tersebut tidak mengurangi optimisme tim untuk meraih hasil terbaik.
Target medali emas tetap dipasang, terutama dari sektor putri yang dinilai memiliki peluang cukup besar untuk bersaing di papan atas.
Selain itu, peningkatan prestasi dari nomor lainnya juga menjadi harapan yang ingin diwujudkan.
“Kami menyadari persaingan akan ketat karena banyak atlet senior dari daerah lain. Tetapi atlet kami memiliki semangat dan motivasi yang luar biasa. Kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik untuk Kubar,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.