KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Suasana di Lamin (Lou) Bentian, Kecamatan Bentian Besar, mendadak semarak pada Selasa (2/6/2026). Alunan musik tradisi dan riuh antusiasme warga menandai pembukaan resmi Festival Lou Bentian 2026.
Gelaran adat yang akan berlangsung selama tujuh hari ke depan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan wadah krusial untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat persatuan masyarakat adat Dayak Bentian.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat H. Nanang Adriani, Kepala Dinas Pariwisata Sumardi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan perangkat daerah, Camat Bentian Besar, tokoh adat, serta ribuan masyarakat setempat.
Baca Juga: FAJI Mahulu Bidik Emas di Porprov Kaltim, Keberangkatan Atlet Masih Menunggu Anggaran
Dalam sambutannya, Wabup H. Nanang Adriani memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu menyukseskan festival ini.
Kolaborasi solid terjalin antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lou Bentian, Pemerintah Kecamatan, Lembaga Adat, serta dukungan penuh dari sektor swasta, di antaranya PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Bharinto Ekatama (BEK), PT Indo Tambangraya Megah (ITM), dan PT TIS.
Mengusung tema “Melestarikan Budaya, Merajut Persatuan, Membangun Bentian yang Maju dan Bermartabat”, festival ini dinilai memiliki urgensi strategis di tengah derasnya arus modernisasi.
Wabup Nanang mengingatkan bahwa Lou Bentian bukan sekadar bangunan kayu biasa, melainkan episentrum nilai historis dan kultural.
Baca Juga: Viral 'Pocong Begal' di Melak Bikin Resah, Polres Kutai Barat Minta Warga Tak Mudah Percaya Hoaks
"Kita tahu bersama bahwa Lou Bentian bukan sekadar bangunan fisik sepanjang 50 meter dengan 300 lebih pilar ulin. Lebih dari itu, bangunan dengan 9 kamar ini merepresentasikan keterwakilan 9 kampung di Bentian Besar, sekaligus menjadi simbol identitas, tradisi, dan jati diri gotong royong masyarakat Dayak Bentian," tegas Nanang.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival ini merupakan bentuk investasi kebudayaan yang vital. Melalui berbagai perlombaan tradisional, api semangat dan kecintaan generasi muda terhadap akar budayanya diharapkan tetap menyala. "Jangan sampai kekayaan peradaban ini punah tergerus zaman," imbuhnya.
Senada dengan Wabup, Ketua Panitia Festival Lou Bentian 2026, Surya Darma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan moril dan materil dari Pemkab Kubar beserta mitra perusahaan (PT ITM, PT TCM, PT BEK, dan PT TIS).
Surya menjelaskan bahwa selain misi pelestarian, festival ini dirancang sebagai etalase untuk mengenalkan potensi pariwisata Bentian Besar ke khalayak luas.
Lou Bentian merupakan simbol pemersatu, menjadi ruang temu bagi masyarakat dari sembilan kampung di Bentian Besar. Partisipasi aktif, melibatkan warga lokal secara langsung dalam berbagai eksibisi seni dan olahraga.
Sepanjang pekan ini, para pengunjung dan wisatawan akan disuguhkan beragam perlombaan unik serta pertunjukan seni orisinal, antara lain, olahraga tradisional menyumpit, begasing, belogo, dan behempas. Seni pertunjukan, tari tradisional (termasuk Tari Gantar), lantunan musik rijoq, serta bedongkoi. Peragaan busana adat daerah khas Dayak Bentian.
Baca Juga: Ramai Isu Begal di Balikpapan, Kapolresta: Faktanya Tidak Ada Kasus yang Dilaporkan
Momemtum pembukaan Festival Lou Bentian 2026 ditandai secara simbolis lewat prosesi menyumpit yang dilakukan oleh jajaran pimpinan daerah.
Anak sumpit yang melesat tepat sasaran menjadi tanda dimulainya rangkaian acara, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, tokoh adat, tamu undangan, dan perwakilan manajemen perusahaan penunjang. (ADV)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo