Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Komitmen Nyata Lestarikan Adat, PT ITM, TCM, BEK, dan TIS Sukseskan Festival Lou Bentian 2026

Sunardi Kaltim Post • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:00 WIB

 

LESTARIKAN BUDAYA LOKAL: Pembukaan Festival Lou Bentian 2026 di Bumi Tanaa Purai Ngeriman
LESTARIKAN BUDAYA LOKAL: Pembukaan Festival Lou Bentian 2026 di Bumi Tanaa Purai Ngeriman

SENDAWAR – Sinergi kuat antara sektor swasta dan pelestarian budaya lokal kembali terwujud nyata di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Langkah ini dibuktikan melalui dukungan penuh deretan perusahaan terkemuka, yakni PT Indo Tambangraya Megah (ITM), PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Bharinto Ekatama (BEK), dan PT TIS, dalam menyukseskan pembukaan Festival Lou Bentian 2026 di Kecamatan Bentian Besar, Selasa (2/6/2026).

Alunan musik tradisi dan riuh antusiasme warga menandai dibukanya gelaran adat yang berlangsung selama tujuh hari ini. Lebih dari sekadar seremonial, festival ini menjadi wadah krusial untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat persatuan masyarakat adat Dayak Bentian. 

Keberhasilan pelaksanaan acara ini pun tidak lepas dari komitmen berkelanjutan korporasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis kebudayaan.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutai Barat H. Nanang Adriani, Kepala Dinas Pariwisata Sumardi, unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, tokoh adat, serta ribuan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup H. Nanang Adriani memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen PT TCM, PT BEK, PT ITM, dan PT TIS yang telah bahu-membahu bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lou Bentian, Pemerintah Kecamatan, dan Lembaga Adat setempat.

"Melalui festival ini, kita tidak hanya sedang mengadakan hiburan. Kita sedang melakukan investasi kebudayaan. Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya perusahaan penunjang yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap eksistensi adat lokal," ujar Wabup Nanang.

Wabup mengingatkan bahwa Lou Bentian dengan panjang 50 meter dan ditopang lebih dari 300 pilar ulin adalah simbol peradaban yang harus dijaga. Bangunan dengan 9 kamar tersebut merepresentasikan keterwakilan 9 kampung di Bentian Besar, sekaligus menjadi simbol identitas, tradisi, dan jati diri gotong royong yang kini kelestariannya turut dikawal oleh kehadiran perusahaan mitra.

i
Senada dengan Wabup, Ketua Panitia Festival Lou Bentian 2026, Surya Darma, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kontribusi besar dari PT ITM, PT TCM, PT BEK, dan PT TIS. Menurutnya, dukungan moril dan materil yang diberikan perusahaan menjadi motor penggerak utama dalam memperkenalkan potensi pariwisata Bentian Besar ke khalayak luas.

"Festival Lou Bentian ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya leluhur masyarakat Bentian. Berkat dukungan penuh dari mitra perusahaan, kami dapat menyuguhkan rangkaian agenda lomba olahraga dan kesenian tradisional yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga," ungkap Surya Darma.

Berkat kolaborasi solid ini, sepanjang pekan pelaksanaan, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati ragam eksibisi orisinal yang disokong penuh oleh kepedulian multi-pihak, 

Olahraga tradisional menyumpit, begasing, belogo, dan behempas. Dan seni pertunjukan, tari tradisional (termasuk Tari Gantar), lantunan musik rijoq, serta bedongkoi. Serta fashion dan kreatif, peragaan busana adat daerah khas Dayak Bentian. 

Komitmen berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian adat lokal terus dibuktikan oleh jajaran manajemen ITM Group melalui PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Bharinto Ekatama (BEK), dan PT Tepian Indah Sukses (TIS). Berkolaborasi dengan para mitra kontraktor, perusahaan sukses menginisiasi festival budaya di Lamin Bentian yang menjadi panggung kebanggaan masyarakat adat setempat

Perwakilan manajemen yang juga Admin Mine Manager, Hirung, menegaskan bahwa berdirinya Lamin Bentian merupakan simbol nyata dari kemitraan strategis tiga pilar, swasta, masyarakat, dan pemerintah daerah.  Kehadiran fisik lamin ini menjadi hulu dari program pemberdayaan yang lebih masif.

"Pembangunan Lamin Bentian adalah bentuk komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat. Lamin Bentian terwujud karena sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah yang terus dibangun, bahkan hingga lamin ini telah berdiri," ujar Hirung. 

Tak sekadar menjadi simbol arsitektur tradisional, festival yang digelar di objek wisata budaya ini juga didesain sebagai benteng pertahanan kebudayaan Dayak Bentian di tengah arus modernisasi. Hirung menyebut, pengenalan jati diri dan nilai-nilai adat secara konsisten sangat krusial bagi masa depan daerah.

"Harapannya dengan adanya festival ini, potensi budaya dan adat istiadat Dayak Bentian dapat terus dilestarikan dengan memperkenalkannya kepada generasi-generasi muda sebagai penerus," tambahnya.

Lebih jauh, investasi sosial melalui sektor kebudayaan ini diproyeksikan mampu memberikan dampak domino (multiplier effect) bagi kesejahteraan finansial warga sekitar. Sektor kuliner khas dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal menjadi target utama yang ingin diangkat melalui momentum festival ini.

Agar dampak ekonominya tidak bersifat musiman atau sekali habis, manajemen ITM Group mendorong agar kawasan Lamin Bentian rutin mengagendakan kegiatan positif setiap bulannya. Dengan kalender event yang terjadwal rapi, arus kunjungan wisatawan ke Kutai Barat diyakini akan terus mengalir stabil.

"Inisiasi festival ini menjadi bagian dari komitmen ITM Group lewat TCM, BEK, dan TIS serta kontraktor sebagai mitra dalam melestarikan budaya lokal, yang diharapkan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, perlu dibuat kegiatan-kegiatan positif bulanan yang membuat orang banyak datang. Tujuannya agar tumbuh UMKM-UMKM baru dan kuliner Bentian dapat makin dikenal di Kutai Barat, bahkan ke ranah yang lebih luas lagi," pungkas Hirung. (adv)

Editor : Ismet Rifani
#Festival Lou Bentian 2026 #PT TIS #PT Bharinto Ekatama #PT Indo Tambangraya Megah #PT Trubaindo Coal Mining