SENDAWAR – Upaya percepatan pembangunan di kawasan tertinggal terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Komitmen tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui rencana penanganan ruas Jalan Bongan-Gerunggung yang menjadi akses utama menuju sejumlah kampung tertinggal di Kecamatan Bongan.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), yang mendorong afirmasi pembangunan melalui perencanaan, pendanaan, hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal.
“Atas dasar itulah, Pemkab Kubar secara aktif mengusulkan dukungan kepada Pemprov Kaltim, baik melalui bantuan langsung maupun bantuan keuangan, untuk mempercepat penanganan ruas jalan menuju kampung-kampung tertinggal,” ujarnya.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Pemprov Kaltim. Pada 19 Mei 2026, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kutai Barat diundang ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur untuk membahas penyesuaian belanja infrastruktur pelayanan publik Tahun Anggaran 2026.
Dari pertemuan itu disepakati bahwa penanganan ruas jalan menuju kampung tertinggal di Kecamatan Bongan akan dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 melalui kegiatan rekonstruksi Jalan Bongan-Gerunggung.
Rencana pekerjaan mencakup ruas Jalan Poros Trans Kalimantan–Bukit Harapan Kilometer 88–Lemper–Deraya–Tanjung Soke–Gerunggung. Penanganan akan dilakukan melalui pembangunan konstruksi aspal sepanjang kurang lebih 19,2 kilometer dan pembangunan jalan agregat sepanjang sekitar 14,8 kilometer.
Pelaksanaan proyek juga akan melibatkan kolaborasi teknis antara Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur dengan Dinas PUPR Kabupaten Kutai Barat dalam pembagian penanganan ruas jalan.
Meski berstatus jalan kabupaten, pembangunan akan dilakukan pemerintah provinsi dan selanjutnya dihibahkan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk pengelolaan serta pemeliharaan.
Baca Juga: Tertinggi di Kaltim, Pemkab Kubar Gandeng Unmer Malang Susun Road Map Hilorisasi Karet
Frederick Edwin menegaskan manfaat pembangunan jalan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai layanan dasar di kawasan pedalaman.
“Penanganan ruas jalan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akses air bersih, sanitasi, listrik, layanan pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik menjadi fondasi penting dalam upaya mengentaskan status kampung tertinggal sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kutai Barat.
“Menjadi harapan bersama bahwa 190 kampung di Kabupaten Kutai Barat dapat terus meningkat statusnya menjadi kampung berkembang, maju, hingga mandiri. Sepakat bersama, kita pasti bisa,” tegasnya.
Rencana pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah Kecamatan Bongan. Camat Bongan I Putu Budiasa menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah kabupaten maupun provinsi terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayahnya.
“Kami atas nama pemerintah kecamatan, Forpimcam Kecamatan Bongan, dan seluruh masyarakat Kampung Gerunggung mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat dan Gubernur Kalimantan Timur yang telah menganggarkan perbaikan ruas jalan menuju Kampung Gerunggung. Semoga konektivitas semakin lancar dan perekonomian masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.
Editor : Muhammad Ridhuan