KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Program preservasi jalan dan jembatan ruas Muara Muntai–Nayan–Belusuh di Kabupaten Kutai Barat terus berjalan. Selain berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur, kegiatan ini juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui program padat karya jalan dan jembatan.
Melalui skema tersebut, warga setempat dilibatkan secara langsung dalam berbagai pekerjaan pemeliharaan infrastruktur. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.7 Provinsi Kalimantan Timur, Novi Ari Nugroho, menjelaskan bahwa padat karya merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan dengan sistem pembayaran upah secara mingguan.
Baca Juga: Satpam Pasar di Samboja Diamankan, Diduga Cabuli Anak 7 Tahun di Belakang Gudang
“Program ini memberi kesempatan kepada warga sekitar proyek untuk terlibat langsung dan memperoleh penghasilan tetap setiap minggu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Menurut Novi, program tersebut menyasar masyarakat lokal yang belum memiliki pekerjaan, penganggur, setengah penganggur, hingga warga kurang mampu.
Dengan demikian, proyek infrastruktur tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Untuk kegiatan padat karya jalan, pekerjaan yang dilakukan meliputi pemotongan rumput di bahu jalan, pemeliharaan drainase, serta pembersihan saluran air. Langkah ini bertujuan meningkatkan jarak pandang pengendara sekaligus memastikan sistem drainase berfungsi optimal.
Sementara itu, pada kegiatan padat karya jembatan, masyarakat dilibatkan dalam pembersihan dan pengecatan jembatan. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kondisi jembatan tetap baik, terbebas dari sampah maupun tanaman liar, serta memastikan drainase jembatan berfungsi dengan baik.
Selain aspek pemeliharaan, pengecatan juga menjadi bagian dari upaya mempercantik tampilan jembatan atau beautifikasi infrastruktur.
Baca Juga: Pemkab Paser Subsidi BPJS Pekerja Sawit, Kuota Pekebun Penerima Naik Dua Kali Lipat
Novi mengungkapkan, hingga saat ini kegiatan pengecatan jembatan di bawah wilayah kerja PPK 1.7 telah dilaksanakan di lima lokasi. Masing-masing berada di Jembatan Sei Gusig, Jembatan Sei Ipuh, Jembatan Sei Rumpa II, Jembatan Sei Kanduwa, dan Jembatan Sei Muara Lungkur.
Ia berharap program padat karya dapat terus memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kualitas infrastruktur jalan dan jembatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui keterlibatan langsung masyarakat, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang sedang berjalan sehingga infrastruktur dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi