KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi perempuan dan anak.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pengembangan Kerja Sama Antar Lembaga serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemberdayaan Perempuan Kabupaten/Kota.
Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Ruang Rapat Kantor Bappeda Litbang Kubar pada Kamis (18/6/2026), dengan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait. Agenda ini digelar sebagai upaya konkret memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga.
Selain itu, proses monitoring dan evaluasi (monev) dinilai menjadi bagian krusial untuk mengukur sejauh mana capaian program yang telah berjalan, sekaligus instrumen penting dalam mendongkrak kualitas layanan kepada masyarakat luas.
Mewakili Bupati Kubar, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Kabupaten Kubar, Yuli Permata Mora menegaskan bahwa penanganan berbagai isu strategis. Seperti pemberdayaan perempuan, kesenjangan gender, pemenuhan hak perempuan dan anak, hingga pencegahan kekerasan.
Baca Juga: Tembus 293 Ribu Unit, Ini Program Prioritas Pemprov Kaltim untuk UMKM
Hal itu tidak bisa diselesaikan dengan ego sektoral, melainkan memerlukan kerja sama yang berkelanjutan. Upaya mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan perempuan serta anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Diperlukan sinergi yang kuat dan kolaborasi yang berkesinambungan antar seluruh pemangku kepentingan agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Yuli Permata Mora.
Ia menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan penuh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan, hingga sektor swasta agar seluruh program yang dicanangkan tepat sasaran dan berdampak langsung.
Lebih lanjut, Yuli menekankan bahwa monitoring dan evaluasi (monev) tidak boleh terjebak dalam formalitas administratif semata. Monev harus dipandang sebagai alat ukur yang objektif untuk melihat efektivitas intervensi dan layanan di lapangan.
Di samping itu, keberadaan sistem pelaporan yang valid, akurat, dan terintegrasi memegang peranan vital. Data yang berkualitas akan menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan strategis, sekaligus mengukur capaian indikator pembangunan, khususnya dalam hal pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Untuk mematangkan pemahaman peserta, Bimtek ini menghadirkan dua narasumber berkompeten dari Provinsi Kaltim. Yakni Fahmi Rezano (Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Provinsi Kaltim). Djarot Kurniadi (Perwakilan Provinsi Kaltim).
Dalam paparannya, kedua narasumber mengupas tuntas strategi penguatan kerja sama lintas sektor, taktik peningkatan kualitas hidup perempuan, hingga mekanisme teknis terkait monev program pemberdayaan perempuan.
Melalui pembekalan ini, DP2KBP3A Kubar berharap seluruh lembaga mampu berjalan beriringan demi mewujudkan gerak pembangunan Kutai Barat yang inklusif, responsif gender, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (adv)
Editor : Sukri Sikki