SENDAWAR – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersiap menjadi pusat perhatian para pencinta budaya dan sejarah di Tanah Air. Mengusung tema besar "Merawat Warisan Luhur, Menjaga Identitas Budaya Nusantara", perhelatan akbar bertajuk Pameran Pusaka Nusantara 2026 akan segera digelar di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Kegiatan yang sarat nilai sejarah ini bakal dipusatkan di Gedung Pertemuan Umum (BPU) Kampung Linggang Purwodadi. Agenda kebudayaan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 21 hingga 24 Juni 2026.
Istimewanya, pameran pusaka ini bukan merupakan acara tunggal. Rangkaian kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Linggang Purwodadi, yang pelaksanaannya sengaja dipadukan dengan momentum Grebeg Suro oleh Paguyuban Tosan Aji.
Untuk menyemarakkan suasana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, Bakti sosial sunatan massal, aksi kepedulian ini diselenggarakan oleh Paguyuban Baladewa Kutai Barat, yang dikhususkan bagi warga Kampung Linggang Purwodadi.
Pagelaran wayang kulit, sebuah pertunjukan seni tradisional yang megah akan dipersembahkan atas kerja sama antara Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar dan DPD IKAPAKARTI Kutai Barat. Pameran kali ini terbilang sangat istimewa dan bernilai prestisius. Benda-benda yang akan dipamerkan tidak hanya berasal dari wilayah lokal, melainkan juga menghadirkan koleksi pusaka tingkat nasional yang memiliki nilai historis tinggi.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Warning Keras Tiga Perusahaan di Kutim yang Nekat Mainkan Harga TBS
Beberapa di antaranya meliputi, Pusaka Presiden Republik Indonesia, Pusaka Menteri Kebudayaan RI
, Pusaka Kabupaten Kutai Barat dan Pusaka Koleksi Masyarakat Kutai Barat. Rangkaian acara akan diawali dengan prosesi sakral berupa Jamasan Pusaka (ritual pencucian benda pusaka) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 21 Juni 2026, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA.
Setelah prosesi pensucian selesai, inti acara yaitu Pameran Pusaka Nusantara 2026 dibuka secara resmi untuk masyarakat umum. Pameran ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai tanggal 22 hingga 24 Juni 2026, dengan jam kunjungan dibuka mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 21.00 malam WITA.
Ketua Paguyuban Aji Tosan Pinang Sendawar, Waluyo Dwi Atmojo, mengungkapkan rasa syukur dan menjelaskan esensi mendalam di balik kolaborasi besar ini. Menurutnya, momentum ini membawa pesan refleksi yang kuat bagi seluruh elemen masyarakat.
"Bulan Suro atau satu Muharram senantiasa menjadi momentum yang sakral bagi kita semua. Ini adalah waktu untuk berefleksi, membersihkan jiwa, serta mengokohkan kembali komitmen kita dalam merawat warisan adiluhung warisan leluhur. Pameran pusaka ini bukan sekadar ajang tontonan fisik berupa bilah-bilah besi tua. Kegiatan ini adalah sarana edukasi untuk menyelami filosofi hidup, simbol doa, dan tingginya nilai seni budaya tumpah darah kita," ujar Waluyo.
Waluyo juga mengapresiasi gotong royong lintas organisasi yang membuat acara berskala nasional ini dapat terwujud di Kutai Barat.
"Kegiatan luar biasa ini dapat terwujud berkat sinergi yang sangat indah antara Pemerintah Kampung Linggang Purwodadi dengan Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar, DPD IKAPAKARTI Kutai Barat, dan Paguyuban Baladewa Kutai Barat.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa di tanah Kutai Barat yang kita cintai ini, keberagaman budaya tumbuh subur dan saling menguatkan dalam bingkai persatuan," tambahnya. Ia menegaskan bahwa pameran ini bersifat inklusif dan merangkul seluruh kekayaan nusantara, dengan daya tarik utama kehadiran pusaka para pemimpin bangsa.
"Pameran pusaka ini terbuka untuk semua jenis pusaka dari semua etnis sebagai wujud kekayaan pusaka nusantara, dan yang menjadi perhatian kita bersama adalah hadirnya pusaka Presiden RI dan Pak Menteri Kebudayaan RI di pameran ini. Selamat menikmati pameran pusaka dan rangkaian Grebeg Suro. Semoga kegiatan ini membawa berkah, kedamaian, dan kemakmuran bagi kita semua, khususnya masyarakat Kutai Barat. Urip iku urup. Mari bersama kita nyalakan api pelestarian budaya!" tegas Waluyo.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi efektif bagi generasi muda agar tidak kehilangan identitas budayanya di tengah arus modernisasi. Masyarakat Kubar dan sekitarnya kini diajak untuk berbondong-bondong menghadiri perhelatan langka nan bersejarah ini. (riz)
Editor : Muhammad Rizki