Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jalan Penghubung Kaltim-Kalteng Dikebut, Pengecoran Segmen 2 Sp Blusuh Mulai Dikerjakan

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:35 WIB
Pekerjaan rigid pavement Segmen 2 ruas Jalan Sp Blusuh–Batas Kalimantan Tengah terus dikebut. Proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas serta memperlancar distribusi logistik antara Kaltim dan Kalteng.
Pekerjaan rigid pavement Segmen 2 ruas Jalan Sp Blusuh–Batas Kalimantan Tengah terus dikebut. Proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas serta memperlancar distribusi logistik antara Kaltim dan Kalteng.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Upaya meningkatkan konektivitas antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah terus dipercepat. Salah satunya melalui Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Sp Blusuh–Batas Kalimantan Tengah yang kini memasuki tahap pengecoran perkerasan kaku (rigid pavement) pada Segmen 2.

Pekerjaan saat ini dilakukan di STA 6+400 hingga STA 6+750 sisi kanan, setelah sebelumnya pengecoran pada sisi kiri segmen yang sama berhasil diselesaikan.

Tahapan tersebut menjadi kelanjutan dari pengerjaan Segmen 1 di STA 5+825 hingga STA 6+125 yang telah rampung 100 persen. Hasil evaluasi yang positif pada segmen pertama menjadi dasar bagi tim pelaksana untuk melanjutkan pekerjaan ke tahap berikutnya.

Baca Juga: Ketika Ruang Fiskal Menyusut, Akankah Mimpi Pemuda Ikut Surut?

PPK 1.9 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Joko Sidik, mengatakan pengecoran di sisi kanan merupakan pekerjaan balasan yang dilakukan secara bertahap agar akses lalu lintas tetap dapat digunakan selama proses konstruksi berlangsung.

“Pelaksanaan pengecoran di sisi kanan ini merupakan pekerjaan balasan. Kami bergerak secara bertahap namun pasti agar akses jalan tidak sepenuhnya terputus selama proses konstruksi,” ujarnya, Jumat (19/6).

Untuk menjamin kualitas dan daya tahan jalan, pekerjaan dilakukan dengan standar teknis yang ketat. Sebelum pengecoran, tim memasang dowel atau besi penyambung menggunakan baja berdiameter 36 milimeter pada setiap sambungan konstruksi.

Pemasangan dowel tersebut berfungsi memastikan transfer beban antar-panel beton berjalan optimal sehingga dapat meminimalkan risiko retak maupun penurunan struktur jalan pada masa mendatang.

Selain itu, seluruh tahapan pekerjaan juga diawasi melalui sistem quality control yang berkelanjutan. Pengawasan mencakup persiapan lapangan, pemasangan tulangan, pengecekan akurasi pemasangan dowel, penghamparan beton hingga proses finishing dan curing untuk mencapai kekuatan tekan maksimal.

Baca Juga: Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Pagi Ini, Kasus Ijazah Jokowi Masuk Babak Baru

Proyek yang menjadi salah satu jalur vital penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah itu mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

Meski selama pengerjaan diberlakukan sistem buka-tutup jalan yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan, warga memahami kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan infrastruktur yang akan memberikan manfaat jangka panjang.

“Harapannya pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan nantinya memperlancar mobilitas kami, khususnya masyarakat Bentian Besar,” ujar salah seorang warga, Nelson.

Dukungan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi tim pelaksana untuk mempercepat pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Dengan meningkatnya kemantapan jalan pada ruas Sp. Blusuh–Batas Kalimantan Tengah, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah diharapkan semakin lancar. Kondisi tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#rigid pavement #Sp Blusuh #jalan Kaltim-Kalteng #Muara Lawa #BBPJN Kaltim