KALTIMPOST.ID - Proyek jalan Kaltim-Kalteng yang menjadi salah satu urat nadi transportasi antarprovinsi kini memasuki tahap baru. Setelah menyelesaikan pekerjaan pada segmen awal, pemerintah mulai melakukan pengecoran beton di Segmen II ruas Simpang Blusuh-Batas Kalimantan Tengah.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek jalan Kaltim-Kalteng senilai Rp183 miliar yang digarap melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract (MYC). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas Kaltim-Kalteng sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Saat ini pengecoran dilakukan pada STA 6+400 hingga STA 6+750 sisi kanan jalan. Sebelumnya, pengecoran sisi kiri pada segmen yang sama telah diselesaikan. Tahap ini melanjutkan keberhasilan pengerjaan Segmen I di STA 5+825 hingga STA 6+125 yang telah rampung 100 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, mengatakan pekerjaan dilakukan bertahap agar lalu lintas masyarakat tetap dapat berjalan selama proses konstruksi berlangsung.
"Pelaksanaan pengecoran di sisi kanan ini merupakan pekerjaan balasan. Kami bergerak secara bertahap namun pasti agar akses jalan tidak sepenuhnya terputus selama proses konstruksi," ujar Joko Sidik, PPK 1.3 BBPJN Kalimantan Timur, Jumat (19/6).
Baca Juga: Diskon Tarif Transportasi Libur Sekolah 2026 Resmi Berlaku, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Daerah
Jalur Penting Antarprovinsi
Ruas Simpang Blusuh-Batas Kalteng memiliki panjang sekitar 89,5 kilometer dan menjadi jalur penting penghubung Kalimantan Timur dengan Kalimantan Tengah. Namun, kondisi jalan yang belum sepenuhnya mantap masih menjadi tantangan besar.
Data BBPJN Kaltim menunjukkan sekitar 51,05 kilometer ruas tersebut masih mengalami kerusakan berat. Karena itu, pemerintah menjalankan proyek jalan Kaltim-Kalteng secara bertahap hingga tahun 2027.
Selain pengecoran beton dan rekonstruksi jalan sepanjang 10,19 kilometer, pekerjaan juga mencakup rehabilitasi mayor dan minor badan jalan, penanganan titik longsor, serta pemeliharaan dan perbaikan 17 jembatan yang berada di sepanjang koridor tersebut.
Ditargetkan Tekan Biaya Logistik
Pemerintah meyakini peningkatan kualitas jalan Kaltim-Kalteng akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Muara Lawa hingga Bentian.
Joko Sidik menyebut kelancaran arus transportasi akan membantu menekan biaya distribusi barang antardaerah yang selama ini cukup tinggi akibat kondisi jalan.
"Kami optimistis, dengan lancarnya arus transportasi di jalur ini, biaya logistik antarprovinsi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dari Muara Lawa hingga Bentian, akan ikut terdorong," kata Joko Sidik, PPK 1.3 BBPJN Kalimantan Timur.
Baca Juga: Sering Makan Bakso dan Siomay? Ternyata Berisiko Pemicu Hipertensi
Akses Tetap Dibuka Selama Pekerjaan
Selama pengerjaan berlangsung, sistem buka-tutup jalan masih diterapkan di beberapa titik. Meski berpotensi menimbulkan antrean kendaraan, pemerintah memastikan akses masyarakat tidak akan ditutup sepenuhnya.
Petugas lapangan juga terus melakukan penambalan lubang dan pengerasan menggunakan batu agregat pada bagian jalan yang belum masuk tahap rekonstruksi agar tetap dapat dilalui kendaraan.
Di sisi lain, masyarakat sekitar disebut memberikan dukungan terhadap proyek tersebut karena dinilai akan membawa manfaat jangka panjang bagi konektivitas Kaltim-Kalteng.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kawasan
Dengan progres yang terus berjalan, ruas Simpang Blusuh-Batas Kalteng diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas antarprovinsi di Pulau Kalimantan. Jalan yang lebih mantap diyakini mampu mempercepat distribusi barang, memperlancar pelayanan publik, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Jika target penyelesaian pada 2027 tercapai, jalur ini diproyeksikan menjadi salah satu koridor logistik penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. ***
Editor : Dwi Puspitarini