KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Kutai Barat terus berlanjut. Pelaksanaan program preservasi jalan dan jembatan untuk ruas Muara Muntai-Nayan-Blusuh terus berjalan dan memperlihatkan progres signifikan.
Menariknya, proyek ini tidak sekadar mengejar target kemantapan jalan, melainkan juga ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Selain fokus pada peningkatan infrastruktur jalan melalui paket kontraktual, proyek strategis ini turut mengintegrasikan kegiatan padat karya jalan dan jembatan.
Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Birokrasi, Setkab Kubar Gelar Pelatihan Presentasi Berbasis AI
Melalui skema tersebut, warga lokal diberikan kesempatan terlibat langsung dalam proses penanganan jalan di wilayah mereka sendiri.
Pengawas Lapangan PPK 1.7, Salim, menjelaskan bahwa program padat karya ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi warga. Sistem pengupahannya pun diatur secara berkala untuk memastikan asas manfaatnya langsung terasa.
“Program ini memberi kesempatan kepada warga sekitar proyek untuk terlibat langsung dan memperoleh penghasilan tetap setiap minggu,” ujar Salim saat memberikan keterangan di sela peninjauan lapangan, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Pemkab Kubar Gelar Uji Konsekuensi Informasi Publik untuk Wujudkan Pemerintahan Akuntabel
Salim menambahkan, sasaran utama program ini dikonsentrasikan kepada masyarakat lokal yang belum memiliki pekerjaan tetap, pengangguran, serta warga kurang mampu.
Dengan demikian, kehadiran proyek negara ini tidak hanya berdampak pada kelancaran konektivitas wilayah, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi yang konkret bagi masyarakat bawah.
Untuk ruang lingkup pekerjaannya sendiri, kegiatan padat karya difokuskan pada aspek pemeliharaan rutin yang krusial bagi keselamatan berkendara. Di antaranya pemotongan rumput di bahu jalan serta pemeliharaan, perbaikan, dan pembersihan saluran drainase.
Upaya ini dilakukan demi meningkatkan jarak pandang pengendara di jalan sekaligus memastikan sistem pembuangan air berfungsi optimal untuk mencegah kerusakan badan jalan akibat genangan.
Melalui sinergi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat ini, output yang dihasilkan diharapkan mampu melampaui target infrastruktur. Selain menjaga kualitas jalan dan jembatan agar tetap prima, keterlibatan langsung warga diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang sedang berjalan di Kutai Barat. (*)
Editor : Duito Susanto