Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Kubar Gandeng 100 Tokoh Wanita, Perkuat Benteng Perlindungan Perempuan dari Jerat Kekerasan

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 25 Juni 2026 | 15:30 WIB
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani (tengah), bersama para ketua organisasi wanita usai membuka jalannya Sosialisasi Perlindungan Perempuan di Hotel Grand Family, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (25/6).
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Nanang Adriani (tengah), bersama para ketua organisasi wanita usai membuka jalannya Sosialisasi Perlindungan Perempuan di Hotel Grand Family, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (25/6).

KALTIMPOST.ID –Perlindungan terhadap perempuan dari ancaman kekerasan fisik maupun siber di Kutai Barat (Kubar) terus diperketat melalui gerakan berbasis komunitas. Salah satunya melalui sosialisasi Perlindungan Perempuan di Hotel Grand Family, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (25/6).

Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap perempuan kini resmi dideklarasikan sebagai pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) dan bukan lagi sekadar urusan domestik keluarga harian.

​Mengusung tema besar “Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya: Membangun Kapasitas Organisasi Wanita sebagai Pelopor Perlindungan Perempuan”, agenda ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas kelembagaan serta memperluas ruang aman bagi perempuan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.​

"Kita tidak boleh menutup mata. Kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk nyata pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berpotensi merusak tatanan sosial dan secara langsung menghambat kemajuan bangsa," tegas Nanang dalam sambutannya.

​Ia menambahkan, kompleksnya persoalan ini membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri. Di sinilah peran krusial organisasi wanita dinilai menjadi kunci utama sebagai garda terdepan dan mitra strategis pemerintah.

Baca Juga: Festival Lebaran Anak Yatim di Kubar, Wujud Nyata Kepedulian dan Inklusivitas

​"Pemkab Kubar menyadari tidak dapat berjalan sendiri. Kita membutuhkan kemitraan yang kuat, terutama dari organisasi perempuan agar dapat berperan aktif sebagai agen pencegahan, pelopor edukasi di masyarakat, pendeteksi dini terhadap potensi kekerasan, serta menjadi pendamping yang kokoh bagi korban," lanjut Wabup.

​Lebih lanjut, Nanang membeberkan komitmen penuh pemerintah daerah untuk terus memperluas akses perlindungan dan keadilan. Langkah konkret ini akan diwujudkan lewat penguatan program perlindungan, penajaman sinergi antarperangkat daerah, serta kolaborasi aktif yang berkelanjutan dengan seluruh organisasi perempuan.

​Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KBP3A Kubar, Seriwahyuni, memaparkan bahwa sosialisasi ini bertujuan mendongkrak pemahaman kolektif mengenai hak-hak perempuan. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan mampu meningkatkan partisipasi riil organisasi perempuan dalam menekan angka kekerasan serta memperkuat jembatan koordinasi dengan pemerintah daerah.

​"Peserta yang hadir kurang lebih 100 orang. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi perempuan di lingkungan Kutai Barat, serta turut melibatkan unsur staf dari internal bidang PPA, PP2KB, dan P3A," urai Seriwahyuni.

​Melalui pembekalan intensif ini, Seriwahyuni menaruh harapan besar agar ratusan peserta yang hadir mampu mentransformasikannya menjadi aksi nyata di lingkungan masing-masing setelah kembali ke komunitasnya.

​"Output yang kami harapkan adalah seluruh peserta bisa memosisikan diri sebagai agent of change (agen perubahan) yang peka dan peduli. Bersama-sama, mari kita wujudkan Kabupaten Kutai Barat yang benar-benar ramah perempuan dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan," pungkasnya. (riz)
 

Editor : Muhammad Rizki
#kubar #Nanang Adriani #Kutai Barat #perlindungan perempuan