Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tanjakan Gunung Odang Mulai Dibeton, Jalur Rawan di Perbatasan Kaltim-Kalteng Segera Berubah

Sunardi Kaltim Post • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:02 WIB
Pekerjaan perkerasan rigid beton mulai dilakukan di ruas Gunung Odang, Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat.
Pekerjaan perkerasan rigid beton mulai dilakukan di ruas Gunung Odang, Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Kabar baik datang bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Segmen Gunung Odang di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling sulit di ruas SP Blusuh–Batas Kalteng, mulai memasuki tahap perkerasan beton.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari paket preservasi jalan yang tengah berlangsung di kawasan perbatasan. Tahap krusial kini dimulai dengan pembangunan perkerasan menggunakan metode rigid beton atau semenisasi.

Masuknya alat berat dan material konstruksi ke lokasi menandai dimulainya pengerjaan pada salah satu titik paling kritis di jalur tersebut. Selama ini, tanjakan Gunung Odang kerap dikeluhkan pengemudi kendaraan logistik maupun pengguna kendaraan pribadi karena kondisi medannya yang berat.

Baca Juga: Link Naskah Khutbah Jumat Hari Ini, 26 Juni 2026: Syukuri Umur, Perbaiki Amal, dan Tinggalkan Kesia-siaan

Kemiringan tanjakan yang ekstrem dipadukan dengan tikungan tajam di kawasan perbukitan membuat ruas jalan ini rentan mengalami kerusakan. Selain itu, risiko kecelakaan juga cukup tinggi, terutama saat cuaca buruk atau lalu lintas padat.

PPK 1.9 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, melalui Kepala Bagian Teknik PT Bumi Karsa, Lalu Syamsul Watoni, menjelaskan bahwa sebelum pengecoran dilakukan, tim proyek terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan galian tebing di sekitar lokasi.

“Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki trase atau kelandaian jalan sekaligus meningkatkan stabilitas lereng di sisi kiri dan kanan jalan agar terhindar dari ancaman longsor. Setelah badan jalan dinilai siap dan stabil, barulah konstruksi utama dimulai,” ujarnya, Jumat (26/6).

Menurut Syamsul, penggunaan rigid beton merupakan solusi paling tepat untuk menghadapi karakteristik medan Gunung Odang yang menantang.

Dibandingkan perkerasan aspal, beton memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap beban kendaraan berat dan perubahan cuaca. Material ini juga dinilai lebih mampu menopang lalu lintas truk logistik antarprovinsi yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Selain itu, struktur pelat beton mampu mendistribusikan beban kendaraan secara lebih merata ke tanah dasar. Kondisi tersebut membantu mencegah kerusakan seperti amblas yang sering terjadi pada jalan dengan kontur berat.

Baca Juga: Enggar-Yudhis Tak Terbendung, Kutai Barat Puncaki Kejurnas Boling Junior 2026

Keunggulan lain dari rigid beton adalah umur layanannya yang lebih panjang serta kebutuhan perawatan yang relatif rendah. Dengan demikian, biaya pemeliharaan berkala dapat ditekan dalam jangka panjang.

Karena jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan dua provinsi, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap. Sistem buka-tutup jalan dan pengalihan arus secara lokal diterapkan untuk menjaga keselamatan pekerja tanpa mengganggu distribusi logistik secara signifikan.

Dengan pengawasan mutu material yang ketat, proyek ini diharapkan mampu mengubah wajah tanjakan Gunung Odang menjadi jalur yang lebih aman, nyaman, dan andal. Upaya tersebut sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di kawasan perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#rigid beton #jalan perbatasan Kaltim #bentian besar #BBPJN Kaltim #Gunung Odang