SENDAWAR – Sebagai wujud nyata kepedulian dan pelayanan kasih kepada sesama, Komisi PI Misi GBI Kelir Barong Tongkok melaksanakan kegiatan bakti sosial di lingkungan Polres Kutai Barat. Aksi kemanusiaan ini menyasar para tahanan yang sedang menjalani masa pembinaan, dengan tujuan menghadirkan semangat serta harapan baru di tengah proses hukum yang sedang mereka jalani.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, pihak gereja menyalurkan bantuan berupa 200 kotak nasi, 2 unit dispenser lengkap dengan galon air minum, serta 2 unit kipas angin. Bantuan ini diserahkan langsung oleh perwakilan gereja sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar para warga binaan.
Ketua Komisi PI Misi GBI Kelir Barong Tongkok, Yusuf Subyarwono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kasih yang diajarkan dalam iman Kristiani, yakni mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan.
"Kami hadir di sini karena kami percaya bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan. Melalui bantuan sederhana ini, kami ingin saudara-saudara kita yang sedang berada di dalam (tahanan) merasakan bahwa mereka tidak sendirian dan tidak terlupakan," ujar Yusuf Subyarwono saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Lebih lanjut, Yusuf menekankan pentingnya dukungan spiritual bagi semua pihak yang berada di lingkungan Polres. Ia secara khusus memanjatkan doa agar para petugas kepolisian senantiasa diberikan hikmat dan perlindungan dalam menjalankan tugas mulia menjaga keamanan masyarakat.
"Kami juga secara khusus berdoa bagi bapak-bapak petugas kepolisian agar terus diberikan kekuatan dan kesehatan dalam bertugas. Kepada para tahanan, kami berpesan agar mereka tidak kehilangan harapan, tetap dikuatkan, dan menjadikan masa ini sebagai momentum untuk refleksi diri serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," tambahnya.
Pihak Polres Kutai Barat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Komisi PI Misi GBI Kelir Barong Tongkok. Sinergi antara gereja dan aparat penegak hukum ini diharapkan dapat terus terjalin untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan yang lebih luas di tengah masyarakat Kutai Barat.
Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh sukacita. Aksi ini menjadi pengingat bagi publik bahwa semangat berbagi, kepedulian, dan doa adalah instrumen penting untuk merangkul sesama agar terus memiliki semangat untuk berubah ke arah yang lebih positif. (*)
Editor : Ismet Rifani