KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Di tengah ancaman krisis pangan global yang dipicu oleh anomali cuaca dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia kian memperkuat fondasi kedaulatan pangannya. Sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat, langkah nyata justru datang dari lingkungan pendidikan dasar.
SD 010 Bongan, melalui visi terwujudnya generasi berkarakter Pancasila, berprestasi, cakap hidup, dan berliterasi digital, sukses merealisasikan edukasi pertanian aplikatif bagi siswanya.
Kepala SD 010 Bongan, Yusup mengatakan para siswa dan guru bahu-membahu bersama kelompok tani Catur Manunggal Jaya melakukan penanaman padi perdana. Senin (6/7) lalu.
Baca Juga: Kasus Perjalanan Dinas Bimtek Dishub Bontang Kembali Disidangkan, Jaksa Bacakan Replik
Aksi tanam padi perdana ini dilakukan di area rawa yang disulap menjadi persawahan mini sebagai media contextual learning atau pembelajaran kontekstual bagi para peserta didik.
"Kegiatan ini bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 ini melibatkan kolaborasi erat antara sekolah dan masyarakat. Kelompok tani Catur Manunggal Jaya, yang diketuai oleh Bapak Sarwadi dan dibantu Bapak Soleh, terjun langsung membimbing siswa," ucap Yusup, Jumat (10/7/2026).
Ia melanjutkan tak hanya itu, pendampingan teknis dilakukan oleh petugas dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bongan, Maryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SD 010 Bongan.
"Program ini adalah langkah luar biasa. Kami ingin siswa kelas 6 tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi merasakan pengalaman langsung tentang bagaimana pangan diproduksi," harap Yusup.
Selain padi, area tersebut kini juga telah ditanami berbagai jenis sayuran, seperti kangkung cabut dan genjer, memperkaya keragaman hayati yang dipelajari siswa.
Menariknya, lokasi belajar ini dilengkapi dengan fasilitas modern. Di area persawahan, terdapat sebuah pondok atau saung yang dirancang sebagai pusat diskusi dan tempat beristirahat. Saung ini bukan sekadar bangunan tradisional; ia dilengkapi dengan akses internet melalui Starlink dan didukung oleh listrik tenaga surya.
Baca Juga: Fasilitas Keselamatan Banyak Hilang, Dishub PPU Bakal Perketat Pengawasan Life Jacket Speedboat
Kehadiran teknologi ini memudahkan siswa untuk melakukan riset digital, mengakses informasi pertanian terkini, hingga mendokumentasikan proses belajar mereka. Tepat di samping saung, sebuah papan informasi besar berdiri, menyajikan edukasi bagi siapa pun yang berkunjung ke area tersebut.
Langkah SD 010 Bongan ini menjadi bukti konkret bahwa ketahanan pangan nasional harus dibangun dari kesadaran generasi muda sejak dini. Dengan menjadikan kecakapan hidup sebagai visi utama, sekolah ini tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademis, tetapi juga tangguh dan peka terhadap kebutuhan bangsanya.
Diharapkan, melalui program ini, kelak akan lahir petani-petani muda modern yang memahami bahwa pertahanan terkuat suatu negara tidak hanya terletak pada kekuatan militer, melainkan pada kemandirian dan ketahanan pangannya.
Sinergi antara pihak sekolah, masyarakat, dan dukungan teknologi ini menjadi model pendidikan inklusif yang patut dicontoh dalam mendukung program prioritas pemerintah masa depan. (*)
Editor : Sukri Sikki