Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

HUT WKRI ke-102, Pemkab Kutai Barat Dorong Jadi Mitra Strategis Perlindungan Perempuan dan Anak

Sunardi Kaltim Post • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:10 WIB
SEMARAK: Perayaan 102 tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kutai Barat. IST/KP
SEMARAK: Perayaan 102 tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kutai Barat. IST/KP

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat menegaskan pentingnya peran Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ketahanan keluarga serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Harapan tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 WKRI yang diselenggarakan di Aula Katolik Center, Kutai Barat, Sabtu (11/7/2026).

​Kegiatan yang mengusung tema "Melanjutkan Langkah Harapan Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi" ini diawali dengan perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Center sebagai bentuk syukur atas pengabdian WKRI selama lebih dari satu abad.

Baca Juga: 898 Anggota TKBM Kuala Samboja Terancam PHK, Akibat Penutupan Puluhan IUP di Kawasan IKN

​Mewakili Bupati Kutai Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus A. Samson, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi WKRI dalam mendukung pembangunan sosial dan pelayanan gereja.

​"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap WKRI terus menjadi mitra strategis dalam perlindungan perempuan dan anak. Hal ini dapat dilakukan melalui pendampingan, edukasi, serta berbagai kegiatan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas," ujar Stepanus saat membacakan sambutan Bupati.

Dalam pesannya, Pemkab Kubar juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks di era digital. Organisasi perempuan, khususnya WKRI, diharapkan mengambil peran aktif dalam menjaga generasi muda.

"Kami mengajak WKRI untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta mitigasi pergaulan bebas. Membangun keluarga yang harmonis adalah fondasi utama pembangunan daerah kita," tambahnya.

Baca Juga: Dihantam Gelombang Besar, 3 Rumah Warga di Klandasan Ulu Balikpapan Ambruk ke Laut

​Selain aspek sosial, Stepanus menekankan perlunya peningkatan kapasitas diri bagi para anggota WKRI. Perempuan Katolik diharapkan tidak hanya tangguh secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat serta kemandirian ekonomi.

Dengan begitu, perempuan dapat menjadi sosok yang adaptif dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

​Senada dengan pemerintah, Ketua Panitia HUT ke-102 WKRI Kabupaten Kutai Barat, Lusia Jiu Hong, menyatakan bahwa tema tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus merawat semangat pelayanan.

​"Terselenggaranya acara ini berkat semangat kebersamaan seluruh anggota WKRI di Kutai Barat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga semangat pengabdian dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama," ungkap Lusia.

​Acara puncak peringatan HUT ke-102 ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng. Momentum ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi WKRI untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan. (ADV)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
HUT WKRI ke-102 WKRI Kutai Barat Pemkab Kutai Barat perlindungan perempuan dan anak pendidikan karakter