KALTIMPOTS.ID, KUTAI BARAT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat menyelenggarakan sosialisasi penanganan konflik sosial. Langkah ini untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat di wilayah tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Kecamatan Penyinggahan, Kamis (16/7/2026). Dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin yang dibacakan Camat Penyinggahan, Edy Murhamdi, disampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Kaltim Naik Lagi, Tembus Rp 3.477 per Kg untuk Tanaman Produktif
Edy menilai, antusiasme seluruh elemen masyarakat mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga persatuan serta keharmonisan di Kutai Barat.
Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan bahwa konflik sosial dapat muncul akibat berbagai perbedaan, baik menyangkut kepentingan, latar belakang budaya, etnis, ras, agama, maupun faktor sosial lainnya.
"Apabila tidak dikelola secara tepat, konflik berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, merusak hubungan sosial, serta menghambat pelaksanaan pembangunan daerah," jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bentuk-bentuk dan faktor penyebab konflik sosial.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Siap Tertibkan Angkutan ODOL, BBPJN Kaltim Soroti Dampaknya bagi Jalan Nasional
Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme dialog, musyawarah, dan mediasi. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem peringatan dini (early warning system) sehingga potensi konflik dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana yang damai di tengah keberagaman masyarakat.
Menurut Bupati, keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, dan masyarakat luas menjadi modal utama dalam mewujudkan Kabupaten Kutai Barat yang aman, damai, dan harmonis. (*)
Editor : Duito Susanto