KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Perhelatan Festival Luuq Melapeh dan Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6 di Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, tidak hanya menjadi panggung bagi pecinta olahraga otomotif untuk menaklukkan medan menantang. Di balik deru mesin motor trail, terselip aksi kemanusiaan yang hangat dari para peserta yang hadir.
Sebanyak 40 klub motor trail dari berbagai daerah, termasuk Tenggarong, Balikpapan, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga komunitas lokal dari Kutai Barat, tidak hanya datang untuk beradu ketangkasan. Kehadiran mereka membawa misi kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Jelajah Alam Melapeh 2026 Diserbu 40 Klub Trail, Peserta Datang dari Balikpapan hingga IKN
Di sela agenda fun adventure yang menelusuri keindahan alam Kutai Barat, komunitas trail menunjukkan sisi humanis dengan menyalurkan bantuan sosial berupa 21 paket sembako. Bantuan ini diberikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah pelaksanaan kegiatan.
Ketua Panitia Festival Luuq Melapeh dan JAM Series 6, Mario Riyadi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam festival tahun ini.
Baginya, kehadiran peserta dari luar daerah tidak hanya berdampak pada promosi pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
"Kami ingin kehadiran teman-teman komunitas trail menjadi berkah bagi warga. Penyaluran bantuan sembako ini adalah bentuk kepedulian sosial yang tulus dari para peserta untuk masyarakat Kampung Linggang Melapeh," ujar Mario.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi momen yang berkesan bagi warga penerima manfaat. Aksi ini juga mempererat hubungan antara komunitas pecinta motor trail dengan masyarakat lokal, membuktikan bahwa hobi otomotif dapat berjalan beriringan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.
"Ini adalah bentuk nyata dari konsep fun adventure yang kami usung. Selain mempromosikan wisata dan produk lokal, kami ingin menumbuhkan nilai-nilai gotong royong, selaras dengan tema festival tahun ini yaitu 'Samaaq Tujuuq Taai Mengkuuq, Sempawaat Taq Mengkaat, Sempekat Luuq Melapeh'," tambahnya. (*)
Editor : Duito Susanto